Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Berbalik Menguat, Minyak Dunia Turun Jadi Penyelamat

Emas Berbalik Menguat, Minyak Dunia Turun Jadi Penyelamat
Emas Berbalik Menguat, Minyak Dunia Turun Jadi Penyelamat

🏠 Beranda › Berita › Emas Berbalik Menguat, minyak Dunia Turu…

Gold

📅 2026-10-21   🕐 21:43   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas dunia kembali menguat

pada perdagangan Rabu (21/10), setelah di awal mengalami tekanan akibat

meningkatnya kekhawatiran inflasi internasional. Harga emas spot (XAU/USD) naik 0,3%

merupakan US$4.138,17 per troy ounce pada pukul 20.28 WIB, sementara kontrak

merupakan US$4.138,17 per troy ounce pada pukul 20.28 WIB, sementara kontrak

berjangka emas menguat 0,3% ke level US$4.156,25 per troy ounce. Pemulihan ini

terjadi bersamaan melemahnya harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran

kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS)

kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS). Meski demikian, emas masih

mencatat penurunan lebih dari 1% sejak awal pekan dan telah kehilangan sekitar

20% sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari lalu.

Pelemahan harga minyak merupakan

salah satu katalis yang mendukung pemulihan emas, dengan minyak mentah Brent

turun 0,5% merupakan US$108,28 per barel. Penurunan tersebut terjadi setelah

muncul laporan bahwa ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali mendekati

muncul laporan bahwa ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali mendekati

tingkat sebelum perang, didukung pengamanan jalur pelayaran Selat Hormuz oleh

Amerika Serikat. Namun, geopolitik belum sepenuhnya dihentikan setelah muncul

laporan mengenai kemungkinan Israel kembali melancarkan serangan besar kepada

laporan mengenai kemungkinan Israel kembali melancarkan serangan besar kepada

Iran. Kondisi ini membuat gerakan minyak dan emas tetap rentan kepada

perubahan psikologi pasar, terutama karena harga energi yang berpotensi mempertahankan

inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat

inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat.

Perhatian investor kini pertemuan

pada pertemuan Federal Reserve yang diselenggarakan berlangsung pada 27–28

Oktober 2026. Market secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku

bunga pada pertemuan tersebut, dengan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin

kemungkinan kurang dari 17%. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada

bulan Desember masih berada di kisaran 75%, mencerminkan kekhawatiran kepada

bulan Desember masih berada di kisaran 75%, mencerminkan kekhawatiran kepada

inflasi AS yang bertahan di atas target 2%. Tingginya ekspektasi suku bunga

merupakan tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan hasil yang

tidak seimbang

tidak seimbang. Investor juga akan mencermati ayunan dolar AS,

mengembalikan hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan konflik Timur

Tengah untuk menentukan apakah penguatan emas dapat dilanjutkan.

Sudut Pandang Pembuat Berita

Pemulihan harga emas menuju

US$4.138 memaparkan bahwa penurunan harga minyak mulai memberikan ruang bagi

emas untuk bangkit, tetapi belum cukup untuk kemurahan hati tren pelemahan yang

emas untuk bangkit, tetapi belum cukup untuk kemurahan hati tren pelemahan yang

berlangsung sejak lama. Peringkat kini menghadapi dua psikologi pasar yang saling

bertentangan. Meredanya harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan

ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik Iran masih dapat memicu

ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik Iran masih dapat memicu

volatilitas tajam di bursa komoditas.

Dari sisi teknikal, area US$4.150

merupakan resistensi terdekat yang perlu diperhatikan

merupakan resistensi terdekat yang perlu diperhatikan. Jika emas mampu menembus

dan bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan menuju US$4.180–4.200

dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penguatan berpotensi

membawa harga kembali menguji support US$4.120 hingga US$4.100 per troy ounce

membawa harga kembali menguji support US$4.120 hingga US$4.100 per troy ounce.

Level tersebut merupakan skenario pemantauan teknikal, bukan kepastian target

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.