Emas Berbalik Menguat, Minyak Dunia Turun Jadi Penyelamat

🏠 Beranda › Berita › Emas Berbalik Menguat, minyak Dunia Turu…
Gold
- merupakan US$4.138,17 per troy ounce pada pukul 20.28 WIB, sementara kontrak
- kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS)
- muncul laporan bahwa ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali mendekati
- laporan mengenai kemungkinan Israel kembali melancarkan serangan besar kepada
- inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat
- bulan Desember masih berada di kisaran 75%, mencerminkan kekhawatiran kepada
- tidak seimbang
- emas untuk bangkit, tetapi belum cukup untuk kemurahan hati tren pelemahan yang
- ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik Iran masih dapat memicu
- merupakan resistensi terdekat yang perlu diperhatikan
- membawa harga kembali menguji support US$4.120 hingga US$4.100 per troy ounce
Harga emas dunia kembali menguat
pada perdagangan Rabu (21/10), setelah di awal mengalami tekanan akibat
meningkatnya kekhawatiran inflasi internasional. Harga emas spot (XAU/USD) naik 0,3%
merupakan US$4.138,17 per troy ounce pada pukul 20.28 WIB, sementara kontrak
merupakan US$4.138,17 per troy ounce pada pukul 20.28 WIB, sementara kontrak
berjangka emas menguat 0,3% ke level US$4.156,25 per troy ounce. Pemulihan ini
terjadi bersamaan melemahnya harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran
kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS)
kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS). Meski demikian, emas masih
mencatat penurunan lebih dari 1% sejak awal pekan dan telah kehilangan sekitar
20% sejak konflik Iran meletus pada akhir Februari lalu.
Pelemahan harga minyak merupakan
salah satu katalis yang mendukung pemulihan emas, dengan minyak mentah Brent
turun 0,5% merupakan US$108,28 per barel. Penurunan tersebut terjadi setelah
muncul laporan bahwa ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali mendekati
muncul laporan bahwa ekspor minyak dari kawasan Teluk telah kembali mendekati
tingkat sebelum perang, didukung pengamanan jalur pelayaran Selat Hormuz oleh
Amerika Serikat. Namun, geopolitik belum sepenuhnya dihentikan setelah muncul
laporan mengenai kemungkinan Israel kembali melancarkan serangan besar kepada
laporan mengenai kemungkinan Israel kembali melancarkan serangan besar kepada
Iran. Kondisi ini membuat gerakan minyak dan emas tetap rentan kepada
perubahan psikologi pasar, terutama karena harga energi yang berpotensi mempertahankan
inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat
inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat.
Perhatian investor kini pertemuan
pada pertemuan Federal Reserve yang diselenggarakan berlangsung pada 27–28
Oktober 2026. Market secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku
bunga pada pertemuan tersebut, dengan peluang kenaikan sebesar 25 basis poin
kemungkinan kurang dari 17%. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada
bulan Desember masih berada di kisaran 75%, mencerminkan kekhawatiran kepada
bulan Desember masih berada di kisaran 75%, mencerminkan kekhawatiran kepada
inflasi AS yang bertahan di atas target 2%. Tingginya ekspektasi suku bunga
merupakan tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan hasil yang
tidak seimbang
tidak seimbang. Investor juga akan mencermati ayunan dolar AS,
mengembalikan hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan konflik Timur
Tengah untuk menentukan apakah penguatan emas dapat dilanjutkan.
Sudut Pandang Pembuat Berita
Pemulihan harga emas menuju
US$4.138 memaparkan bahwa penurunan harga minyak mulai memberikan ruang bagi
emas untuk bangkit, tetapi belum cukup untuk kemurahan hati tren pelemahan yang
emas untuk bangkit, tetapi belum cukup untuk kemurahan hati tren pelemahan yang
berlangsung sejak lama. Peringkat kini menghadapi dua psikologi pasar yang saling
bertentangan. Meredanya harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan
ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik Iran masih dapat memicu
ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara konflik Iran masih dapat memicu
volatilitas tajam di bursa komoditas.
Dari sisi teknikal, area US$4.150
merupakan resistensi terdekat yang perlu diperhatikan
merupakan resistensi terdekat yang perlu diperhatikan. Jika emas mampu menembus
dan bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan menuju US$4.180–4.200
dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penguatan berpotensi
membawa harga kembali menguji support US$4.120 hingga US$4.100 per troy ounce
membawa harga kembali menguji support US$4.120 hingga US$4.100 per troy ounce.
Level tersebut merupakan skenario pemantauan teknikal, bukan kepastian target
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
