🏠 Beranda › Berita › Brent Turun dari Tertinggi 5 Bulan, Paso…
Oil
Brent Turun dari Tertinggi 5 Bulan, Pasokan Minyak Mulai Pulih!
Harga minyak mentah Brent turun 1,5% mendekati US$108 per barel pada perdagangan Senin (19/10/2026), setelah mencatatkan kenaikan sekitar 5% sepanjang pekan di awal hingga menyentuh level tertinggi dalam lima bulan. Penurunan ini dipicu aksi ambil untung investor serta meningkatnya harapan kepada pemulihan pasokan minyak dunia di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Peringkat minyak masih dibayangi ketidakpastian akibat meningkatnya konflik kawasan. Sejumlah insiden, termasuk jatuhnya helikopter Arab Saudi di dekat perbatasan Yaman, serangan kelompok Houthi yang menargetkan pusat ekspor minyak Yanbu, serta laporan serangan kepada dua kapal tanker di Teluk Persia, kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi dunia.
Meski demikian, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa aliran minyak dari kawasan Teluk Persia telah pulih hingga sekitar 80% dari tingkat sebelum konflik. Perkembangan tersebut memberikan sinyal positif bagi ketersediaan pasokan mancanegara, sekaligus membantu meredakan tekanan kenaikan harga minyak yang di awal dipicu gangguan distribusi energi.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan perdagangan diesel dengan Rusia serta melonggarkan sejumlah sanksi dan tarif kepada pengiriman energi negara tersebut. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan pasokan bahan bakar di bursa internasional. Namun, sejumlah anggota parlemen AS masih berupaya menghalangi pembelian energi Rusia, sehingga menambah ketidakpastian terhadap prospek pasokan minyak internasional.
Harga minyak Brent berpotensi menghadapi tekanan lanjutan apabila pemulihan pasokan Timur Tengah terus berlangsung dan pelonggaran sanksi Rusia meningkatkan ketersediaan energi mancanegara.
Namun, ancaman serangan kepada fasilitas minyak dan kapal tanker masih merupakan faktor yang dapat memicu lonjakan harga sewaktu-waktu. Dalam jangka pendek, Brent berpotensi bergerak volatil di sekitar US$108 per barel, dengan arah selanjutnya bergantung pada perkembangan konflik Timur Tengah dan kebijakan energi AS terhadap Rusia.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
