🏠 Beranda › Berita › Minyak Melonjak, Badai AS Jadi Penggerak…
Oil
Minyak Melonjak, Badai AS Jadi Penggerak Utama
Harga minyak ditutup naik tajam pada perdagangan Kamis (8/10), meskipun peringkat di awal sempat merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan pembicaraan dengan Iran. WTI melonjak 3,6% ke US$91,49 per barel, sementara Brent naik 4,1% ke US$104,28 per barel. Penguatan terutama didorong oleh kekhawatiran kepada gangguan pasokan setelah Badai Isaias bergerak menuju kawasan Teluk Meksiko AS.
Badai tersebut memaksa sejumlah produsen menghentikan sementara aktivitas produksi minyak di kawasan Teluk Meksiko. Risiko gangguan semakin besar jika badai berkembang merupakan lebih kuat dan menghambat operasional fasilitas produksi maupun distribusi energi. Kondisi ini memberikan dukungan langsung kepada harga minyak karena market mulai memperhitungkan berkurangnya pasokan dalam jangka pendek.
Di sisi geopolitik, market juga mencermati pernyataan Trump yang menyatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela pada 3 November dan bahwa pembicaraan dengan Tehran masih berlangsung. Pernyataan tersebut sempat menekan harga minyak karena berpotensi mengurangi risiko eskalasi konflik. Namun, dampaknya kepada harga semakin terbatas karena pasar menilai perkembangan terkait negosiasi AS-Iran belum memberikan kepastian yang cukup mengenai penyelesaian konflik.
Di saat yang sama, risiko kepada pasokan energi Timur Tengah masih tinggi
Di saat yang sama, risiko kepada pasokan energi Timur Tengah masih tinggi. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, meningkatnya serangan terhadap kapal, serta konflik antara Houthi dan Arab Saudi membuat market tetap memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. Artinya, meskipun terdapat tanda-tanda diplomasi antara AS dan Iran, risiko gangguan pasokan belum sepenuhnya hilang.
Newsmaker melihat, kenaikan minyak sekarang lebih kuat didorong oleh risiko pasokan aktual dibandingkan suasana pasar diplomatik. Dalam jangka pendek, perhatian bursa akan tertuju pada perkembangan Badai Isaias, kondisi produksi AS, serta arus minyak melalui Selat Hormuz. Jika gangguan produksi akibat badai berlanjut dan risiko geopolitik tetap tinggi, Brent berpotensi mempertahankan momentum di atas US$100. Sebaliknya, pemulihan produksi AS dan kemajuan nyata dalam negosiasi AS-Iran dapat kembali mengurangi premi risiko dan menahan kenaikan harga.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
