🏠 Beranda › Berita › Gold Stabil, Iran dan The Fed Jadi Penen…

Gold

Gold Stabil, Iran dan The Fed Jadi Penentu

📅 2026-10-09   🕐 07:10   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas bergerak relatif

stabil pada perdagangan Jumat (9/10) sesi Asia, setelah mencatat penguatan

moderat pada sesi sejak lama. Gold (XAU/USD) berada di sekitar US$4.146 per

troy ounce, setelah sejak lama sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan

troy ounce, setelah sejak lama sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan.

Koreksi emas dipengaruhi oleh tarik-menarik antara ketegangan geopolitik di

Timur Tengah dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Dari sisi geopolitik, pernyataan

Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran

sebelum pemilu sela November memberikan sedikit ruang bagi bursa untuk

mengurangi kekhawatiran kepada eskalasi konflik

mengurangi kekhawatiran kepada eskalasi konflik. Trump juga mengungkapkan pembicaraan

dengan Iran berlangsung produktif. Namun, risiko belum sepenuhnya mereda karena

Iran masih meningkatkan serangan kepada kapal tanker di sekitar Selat Hormuz,

sementara ancaman kepada jalur perdagangan energi tetap merupakan perhatian

sementara ancaman kepada jalur perdagangan energi tetap merupakan perhatian

Di sisi moneter, pasar masih

memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober,

tetapi peluang kenaikan dalam beberapa bulan berikutnya tetap terbuka

tetapi peluang kenaikan dalam beberapa bulan berikutnya tetap terbuka. Presiden

Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem menyatakan suku bunga

kemungkinan perlu dinaikkan dalam enam hingga sembilan bulan ke depan untuk

membantu membawa inflasi kembali menuju target 2%

membantu membawa inflasi kembali menuju target 2%. Prospek suku bunga yang

lebih tinggi merupakan tantangan bagi emas karena komoditas ini tidak memberikan imbal

Sementara itu, harga minyak mulai

menurun setelah sejak awal melonjak akibat risiko geopolitik dan gangguan

produksi. Penurunan harga energi dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi,

tetapi risiko pasokan belum hilang sepenuhnya karena badai yang mengancam

produksi minyak di Teluk Meksiko AS

produksi minyak di Teluk Meksiko AS. Jika harga energi kembali naik akibat

gangguan pasokan atau eskalasi konflik, ekspektasi inflasi dan kebijakan The

Fed dapat kembali berubah.

Newsmaker melihat, emas masih

berada dalam fase konsolidasi dengan dua katalis utama yang saling berlawanan.

Penurunan yield dan meningkatnya permintaan safe haven dapat memberikan ruang

bagi emas untuk rebound, sementara penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku

bagi emas untuk rebound, sementara penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku

bunga dapat kembali menekan harga. Untuk jangka pendek, investor perlu

mencermati arah yield Treasury, dolar AS, perkembangan AS-Iran, serta

pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut

pernyataan pejabat The Fed untuk menentukan apakah rebound emas mampu berlanjut

atau justru kembali menguji level rendah sejak awal.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF