🏠 Beranda › Berita › emas Turun, Pasar Waspadai Inflasi AS!
Gold
Emas Turun, Pasar Waspadai Inflasi AS!
- pada Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru
- pembicaraan kedua negara dapat kembali berlanjut pekan ini
- Ketidakpastian tersebut membuat risiko gangguan pasokan energi tetap merupakan
- kenaikan suku bunga tambahan
- tersebut akan merupakan petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter
Harga emas turun ke sekitar
US$4.253 per troy ounce pada perdagangan Senin (28/09), mendekati level
terendah dalam tujuh pekan. Tekanan kepada logam mulia meningkat bersamaan
kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang menjaga harga minyak tetap
tinggi serta memperkuat kekhawatiran kepada tekanan inflasi.
Perhatian pasar kembali tertuju
pada Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru
pada Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru
Iran terkait pembukaan kembali jalur perdagangan energi strategis tersebut.
Trump mengungkapkan Iran telah mengambil posisi terlalu jauh, meski ia memperkirakan
pembicaraan kedua negara dapat kembali berlanjut pekan ini
pembicaraan kedua negara dapat kembali berlanjut pekan ini.
Di sisi lain, Iran masih
mempertahankan sejumlah persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Ketidakpastian tersebut membuat risiko gangguan pasokan energi tetap merupakan
Ketidakpastian tersebut membuat risiko gangguan pasokan energi tetap merupakan
perhatian pasar, sehingga harga minyak bertahan tinggi. Kondisi ini berpotensi
menjaga tekanan inflasi dan pada akhirnya mendorong ekspektasi kebijakan
moneter AS tetap ketat.
Tekanan kepada emas juga datang
dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat melakukan
kenaikan suku bunga tambahan
kenaikan suku bunga tambahan. Sejumlah pejabat The Fed menyoroti pertumbuhan
ekonomi dan pasar tenaga kerja AS yang masih cukup kuat, sementara inflasi yang
persisten membuat kebijakan suku bunga tinggi masih merupakan opsi untuk
mengendalikan tekanan harga.
Fokus investor pekan ini selanjutnya tertuju
pada data inflasi pilihan The Fed serta laporan tenaga kerja AS. Data-data
tersebut akan merupakan petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter
tersebut akan merupakan petunjuk penting mengenai arah kebijakan moneter
berikutnya. Jika tekanan inflasi tetap tinggi dan pasar tenaga kerja
menyiratkan ketahanan, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi tetap kuat dan
dapat mempertahankan tekanan kepada harga emas.
