🏠 Beranda › Berita › Fed Kembali Jadi Ancaman, Harga Emas Ter…
Gold
Fed Kembali Jadi Ancaman, Harga Emas Terkoreksi
Harga emas (XAU/USD) bergerak turun pada perdagangan Selasa setelah market kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat hingga akhir tahun. Tekanan kepada emas meningkat bersamaan penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai komoditas tanpa imbal hasil.
Harga emas spot turun sekitar 0,3% ke level US$4.332,34 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS juga turun 0,3% menuju US$4.370,40 per ounce. Gerakan ini terjadi setelah market semakin yakin bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan restriktif guna memastikan inflasi kembali menuju target.
Kata Bart Melek, Internasional Head of Commodity Strategy TD Securities, tekanan kepada emas masih berasal dari ekspektasi kenaikan suku bunga serta penguatan dolar AS. Meskipun harga minyak mulai menurun, bursa tetap memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sehingga memberikan tekanan terhadap komoditas yang tidak menghasilkan imbal seperti emas.
Data CME FedWatch memaparkan pelaku market kini melihat peluang sekitar 90% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, meningkat dibandingkan sekitar 80% pada pekan di awal. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh komentar pejabat The Fed seperti Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee yang menilai kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
Di sisi lain, penurunan harga minyak akibat meningkatnya peluang diplomasi Timur Tengah juga memberikan tekanan tambahan bagi emas. Iran membuka kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika sejumlah syarat terpenuhi, sementara Arab Saudi juga bersiap meningkatkan kembali pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran kepada tekanan inflasi energi.
Namun, risiko geopolitik masih merupakan faktor yang menjaga daya tarik emas sebagai komoditas safe haven. Konflik Timur Tengah yang belum sepenuhnya mereda membuat investor tetap memperhatikan perkembangan hubungan AS–Iran dan dampaknya kepada market mancanegara.
Newsmaker melihat
Newsmaker melihat, emas di tengah berada dalam tekanan dari kombinasi dolar AS yang kuat dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Selama bursa masih melihat peluang kenaikan bunga The Fed tetap besar, ruang penguatan emas dapat terbatas. Namun, apabila tekanan geopolitik kembali meningkat atau data ekonomi AS menyiratkan perlambatan, emas masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan dukungan.
