Saturday, 7 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Lanjut Menguat, Serangan Houthi dan Iran Picu Risiko Pasokan

Minyak Lanjut Menguat, Serangan Houthi dan Iran Picu Risiko Pasokan
Minyak Lanjut Menguat, Serangan Houthi dan Iran Picu Risiko Pasokan

🏠 Beranda › Berita › Minyak Lanjut Menguat, Serangan Houthi d…

📅 2026-09-16   🕐   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Selasa (15/9), dengan Brent berada di sekitar US$107,22 per barel dan WTI di US$103,29 per barel. Kenaikan ini terjadi setelah laporan serangan baru Houthi ke Arab Saudi dan serangan Iran kepada kapal di kawasan Teluk memperbesar kekhawatiran pasokan energi internasional.

Arab Saudi menutup pipa penting East-West setelah drone yang diluncurkan dari Irak merusak jalur tersebut. Pipa ini merupakan rute alternatif strategis untuk menghindari Selat Hormuz, sehingga penutupannya menambah tekanan pada bursa minyak yang sudah ketat.

Al Jazeera melaporkan bahwa koalisi pimpinan Saudi di Yaman menyebut 13 warga sipil terluka pada Senin setelah Houthi meluncurkan gelombang serangan rudal balistik dan drone ke Arab Saudi. Eskalasi ini menambah risiko bahwa konflik Yaman dapat kembali menyeret infrastruktur energi kawasan.

Di sisi lain, militer Iran mengungkapkan telah menghancurkan drone canggih Amerika Serikat di atas Selat Hormuz. Ketegangan makin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington dapat melanjutkan kampanye kepada Iran dan mengambil kendali atas minyaknya.

Komando Pusat AS juga membantah klaim IRGC bahwa tanker minyak berbendera Panama, El Gaia, terkena ranjau laut di Selat Hormuz. CENTCOM menyebut kapal tersebut sejak awal terkena rudal Iran dan merupakan tidak dapat beroperasi, sekaligus menuduh IRGC mencoba mengintimidasi kapal komersial di kawasan selat.

Ulasan Newsmaker: Kenaikan Brent ke US$107,22 dan WTI ke US$103,29 menyiratkan peringkat masih memasukkan premi risiko besar kepada harga minyak. Penutupan pipa East-West Saudi, serangan Houthi, dan ketegangan Iran-AS membuat risiko gangguan pasokan tetap tinggi. Jika eskalasi berlanjut, harga minyak berpeluang bertahan di level tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi baru. Namun, karena harga sudah naik tajam, pasar juga rawan mengalami koreksi cepat jika muncul sinyal deeskalasi atau kabar diplomasi baru. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Kalkulator Emas • Glossarium Trading

Sumber

Artikel ini mengutip laporan Newsmaker.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.