
🏠 Beranda › Berita › Jelang Sesi Eropa, Gold Terjepit Minyak …
Jelang Sesi Eropa, Gold Terjepit Minyak dan Suku Bunga
- ke US$4.367,50
- lonjakan harga minyak akibat meningkatnya risiko pasokan di Timur Tengah
- Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan ini
- Senin, sementara yield obligasi tetap tinggi menjelang keputusan The Fed
- tinggi, dolar kuat, dan peluang kenaikan bunga The Fed berada di atas 80%,
Harga emas bergerak melemah
menjelang pembukaan sesi Eropa pada Senin (14/9). Spot gold turun sekitar 0,5%
ke US$4.327,09 per troy ounce, sementara emas berjangka AS turun sekitar 0,9%
ke US$4.367,50
ke US$4.367,50. Harga masih berada di bawah tekanan setelah mencatat penurunan
selama tiga pekan berturut-turut.
Tekanan utama datang dari
lonjakan harga minyak akibat meningkatnya risiko pasokan di Timur Tengah
lonjakan harga minyak akibat meningkatnya risiko pasokan di Timur Tengah. Brent
naik sekitar 3% ke US$107,81 per barel, sedangkan WTI naik 2,9% ke US$102,94
setelah serangan kepada pipa East-West Arab Saudi dan meningkatnya ancaman
kepada jalur pelayaran Hormuz serta Bab el-Mandeb.
Kenaikan minyak kembali
meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membuat peringkat semakin yakin Federal
Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan ini
Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan ini. Probabilitas
kenaikan bunga berada di sekitar 87%, meningkat tajam dari sekitar 67% pada pekan
sejak lama. Goldman Sachs dan JPMorgan juga kini memperkirakan The Fed akan
menaikkan bunga pada pertemuan September.
Dolar AS yang menguat juga
merupakan hambatan bagi emas. Dollar Index naik sekitar 0,23% pada perdagangan
Senin, sementara yield obligasi tetap tinggi menjelang keputusan The Fed
Senin, sementara yield obligasi tetap tinggi menjelang keputusan The Fed.
Kondisi tersebut membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil merupakan relatif
kurang menarik dibandingkan komoditas berbunga.
Menjelang sesi Eropa, Gold masih
menghadapi tarik-menarik antara permintaan safe haven dan tekanan suku bunga.
Konflik Timur Tengah dapat menahan penurunan emas, tetapi selama minyak tetap
tinggi, dolar kuat, dan peluang kenaikan bunga The Fed berada di atas 80%,
tinggi, dolar kuat, dan peluang kenaikan bunga The Fed berada di atas 80%,
ruang kenaikan Gold berpotensi terbatas. Area US$4.300 merupakan level psikologis
yang penting untuk diperhatikan dalam koreksi berikutnya.
