
🏠 Beranda › Berita › Gold Jatuh ke Terendah Sebulan, Fed Hike…
Gold Jatuh ke Terendah Sebulan, Fed Hike Capai 93%
Harga emas membuka pekan dengan tekanan kuat pada perdagangan Senin (14/9). XAU/USD sempat jatuh ke US$4.253 per troy ounce, level terendah dalam sekitar satu bulan, sebelum kembali bergerak di sekitar US$4.310. Secara harian, emas masih merosot sekitar 0,85% menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini.
Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury. Market semakin memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga, membuat komoditi tanpa imbal hasil seperti emas merupakan kurang menarik dibandingkan obligasi dan instrumen berbasis dolar.
Tekanan kepada emas semakin besar setelah harga minyak sempat melonjak sekitar 4% akibat serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi, serangan terhadap kapal di kawasan Teluk, serta penutupan pipa utama Saudi. Kenaikan harga energi kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi internasional dan memperkuat pandangan bahwa bank sentral harus menjaga kebijakan moneter tetap ketat.
Data CPI AS juga mendukung ekspektasi tersebut
Data CPI AS juga mendukung ekspektasi tersebut. Inflasi konsumen naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, meningkat dari 0,1% pada Juli. Bursa kini memperkirakan peluang sekitar 93% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini, sementara sebagian ekonom juga memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir Maret.
Dolar AS yang mengalami kenaikan ke level tertinggi dua pekan turut menekan emas karena membuat logam mulia merupakan lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Logam mulia lainnya ikut merosot, dengan silver turun 1,2% ke US$63,71, platinum turun 1,6% ke US$1.768,17, dan palladium melemah 0,7% ke US$1.290,41.
Analisa Newsmaker: Gold masih menghadapi bias bearish menjelang FOMC karena market lebih fokus pada risiko kenaikan suku bunga, dolar yang kuat, dan yield tinggi dibandingkan faktor safe haven. Jika The Fed menaikkan bunga disertai panduan hawkish, tekanan kepada emas dapat berlanjut. Sebaliknya, sikap yang lebih lunak dari perkiraan dapat membuka peluang rebound.
