Iran–Oman Dekati Deal, Pasar Minyak Tetap Waspada

🏠 Beranda Berita Iran–Oman Dekati Deal, Pasar minyak Teta…

Gold

Iran–Oman Dekati Deal, Pasar Minyak Tetap Waspada

📅 2026-09-08   🕐 07:28   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

minyak melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (8/9), ketika pasar

menunggu detail kesepakatan Iran dan Oman mengenai pengelolaan pelayaran

melalui Selat Hormuz. WTI bergerak di sekitar US$93 per barel, sementara Brent

di awal ditutup di US$97,31 per

di awal ditutup di US$97,31 per barel dan sempat menyentuh US$98,06, level

tertinggi dalam enam pekan. Ketegangan AS–Iran yang kembali meningkat masih

menjaga premi risiko energi tetap tinggi.

menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait jalur

menyatakan kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran aman melalui Hormuz

telah memasuki tahap akhir. Namun, pasar masih mempertanyakan bagaimana Amerika

Serikat akan merespons, mengingat Washington menginginkan selat tersebut

kembali jatuh ke jalur bebas seperti

kembali jatuh ke jalur bebas seperti sebelum perang, sementara Tehran berupaya

memperkuat kontrol atas lalu lintas kapal di kawasan strategis tersebut.

pasokan tetap jatuh ke faktor utama. Arus minyak melalui Hormuz di tengah

ditaksir hanya sekitar 7 juta barel

ditaksir hanya sekitar 7 juta barel per hari, jauh di bawah kisaran 20 juta

barel per hari sebelum konflik. Gangguan tersebut menyiratkan bahwa meskipun

minyak masih keluar dari Teluk Persia, kapasitas jalur itu belum kembali normal

dan pasar tetap rentan bagi setiap eskalasi baru.

juga meluas ke infrastruktur energi regional. Iran telah memperingatkan bahwa

serangan baru kepada asetnya akan dibalas, sementara sejumlah fasilitas

energi di kawasan Teluk dan Laut

energi di kawasan Teluk dan Laut Merah ikut jatuh ke sasaran dalam beberapa

pekan terakhir. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas

dari kapal tanker ke fasilitas produksi dan ekspor minyak.

sisi permintaan, pelaku industri yang berkumpul

sisi permintaan, pelaku industri yang berkumpul dalam Asia Pacific Petroleum

Conference di Singapura juga mencermati ketatnya persediaan mancanegara dan prospek

permintaan China. Refinery China meningkatkan pembelian minyak dari Afrika,

Kanada, dan Amerika Latin untuk mencari

Kanada, dan Amerika Latin untuk mencari alternatif pasokan, meski langkah

tersebut belum tentu mencerminkan pemulihan permintaan jangka panjang.

Bias minyak masih cenderung bullish selama arus

melalui Hormuz tetap jauh di bawah

melalui Hormuz tetap jauh di bawah kondisi normal dan konflik AS–Iran belum

mereda. Deal Iran–Oman dapat mengurangi risiko gangguan pelayaran jika

benar-benar memperlancar arus tanker, tetapi jika kesepakatan justru memperkuat

kontrol Tehran atau memicu penolakan dari

kontrol Tehran atau memicu penolakan dari AS, premi geopolitik dapat bertahan.

Brent berpeluang kembali menguji US$98 hingga US$100 apabila ketegangan

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF