
🏠 Beranda › Berita › Gold Holds Near US$4,400 as Market Await…
Gold
Gold Holds Near US$4,400 as Market Awaits US Inflation Data
Harga emas bergerak mengalami penurunan pada perdagangan Senin (7/9), setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September. Spot gold berada di sekitar US$4.410,32 per troy ounce dan mencatat penurunan sekitar 0,66% dalam sehari, sementara perdagangan berlangsung relatif sepi karena peringkat Amerika Serikat tutup untuk libur Labor Day.
Tekanan bagi emas muncul setelah data tenaga kerja AS menyiratkan pertumbuhan pekerjaan meningkat tajam pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Data tersebut mendorong peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15–16 September jatuh ke sekitar 60%, naik dari sekitar 50% sebelum laporan tenaga kerja dirilis.
Prospek suku bunga yang lebih tinggi turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan berubah jadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan bunga. Berdasarkan Ole Hansen dari Saxo Bank, emas dan perak bergerak berlawanan dengan harga energi setelah laporan tenaga kerja yang kuat meningkatkan yield dan memperkuat ekspektasi kenaikan bunga The Fed.
Meski demikian, tekanan jual terlihat mulai
Meski demikian, tekanan jual terlihat mulai tertahan di bawah area US$4.400. Hansen mencatat emas dua kali menemukan minat beli ketika bergerak di bawah level tersebut, sementara support penting berikutnya berada di sekitar US$4.320. Di sisi atas, resistance masih terlihat di atas US$4.500, sehingga harga cenderung tetap berada dalam rentang konsolidasi selama belum ada katalis baru.
Fokus bursa kini beralih ke data inflasi AS. Producer Price Index dijadwalkan dirilis pada Kamis, disusul Consumer Price Index pada Jumat. CPI jatuh ke data penting terakhir sebelum pertemuan The Fed, sehingga angka yang lebih panas dari perkiraan berpotensi memperkuat peluang kenaikan bunga dan kembali menekan emas. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak dapat mengurangi ekspektasi pengetatan dan memberikan peluang rebound.
Risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak masih jatuh ke faktor penahan penurunan. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran bagi pasokan energi dan inflasi, yang sekaligus dapat menjaga permintaan safe haven. Namun, kenaikan harga energi juga berpotensi membuat The Fed lebih hawkish sehingga dampaknya terhadap emas tetap bersifat dua arah.
Analisa Newsmaker: emas masih memiliki bias
Analisa Newsmaker: emas masih memiliki bias sideways hingga bearish ringan selama berada di bawah US$4.500. Area US$4.400 merupakan support psikologis terdekat, sementara US$4.320 menjadi support penting berikutnya. Jika CPI AS kembali panas, tekanan jual dapat berlanjut. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak berpotensi menjadi katalis bagi emas untuk kembali menguji area resistance US$4.500.(yds)
