
🏠 Beranda › Berita › Emas Melemah, NFP Kuat Perbesar Peluang …
Gold
Emas Melemah, NFP Kuat Perbesar Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga emas melemah pada perdagangan Senin setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat pada hari Jumat lalu meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan ini. XAU/USD sekarang bergerak di sekitar US$4.403 per troy ounce, sementara investor menunggu data inflasi utama AS untuk mengetahui petunjuk lanjutan arah kebijakan moneter.
Spot emas sejak lama menempuh turun 0,8% ke US$4.394,12 per ounce pada pukul 12.26 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,8% jatuh ke US$4.439,40, dengan volume perdagangan relatif rendah karena libur di Amerika Serikat.
Tekanan bagi emas muncul setelah data pekerjaan AS memaparkan pertumbuhan tenaga kerja yang jauh lebih kuat pada bulan Agustus, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,1%. Data tersebut membuat market kembali menilai The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku peringkat
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku peringkat kini memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan. Angka tersebut naik dari sekitar 50% sebelum laporan pekerjaan AS dirilis pada hari Jumat.
Kepala strategi komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menuturkan emas dan perak bergerak berlawanan arah dengan harga energi, melanjutkan pelemahan setelah laporan pekerjaan AS yang kuat mengangkat imbal hasil obligasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada 16 September.
Dari sisi teknikal, emas dua kali mendapat minat beli di area bawah US$4.400. Namun, kunci support masih berada di sekitar US$4.320, sementara resistance kembali muncul di atas area US$4.500.
Fokus market kini beralih ke data
Fokus market kini beralih ke data Indeks Harga Produsen atau PPI AS yang akan dirilis pada hari Kamis dan Indeks Harga Konsumen atau CPI AS pada hari Jumat. Dua data inflasi tersebut akan merupakan penentu penting apakah The Fed masih perlu menaikkan suku bunga atau mulai menahan kebijakannya.
Inflasi kekhawatiran juga tetap tinggi setelah serangan bagi jalur pelayaran pada akhir pekan mendorong harga minyak naik. Iran juga mengungkapkan akan mengumumkan zona terbatas baru di kawasan Teluk dalam beberapa hari mendatang, termasuk peta koridor pelayaran baru melalui Selat Hormuz.
Ulasan Newsmaker: Pelemahan emas sekarang masih didominasi oleh kombinasi NFP AS yang kuat, kenaikan ekspektasi kenaikan suku bunga, dan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi. Selama XAU/USD belum mampu kembali menembus area US$4.500, tekanan penjualan masih berpotensi berlanjut. Namun, area di bawah US$4.400 mulai menjelaskan adanya minat beli, sehingga market akan sangat bergantung pada data PPI dan CPI AS pekan ini. Jika inflasi kembali panas, emas berisiko turun menuju support US$4.320. Sebaliknya, jika inflasi melanda, peluang rebound ke area US$4.450 hingga US$4.500 bisa kembali terbuka. (asd)
