OIL

Minyak Tertekan, Altivitas Hormuz Redam Kekhawatiran Pasokan

๐Ÿ“… 2026-08-24
๐Ÿ• 16:36
๐Ÿ“ฐ Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak turun tajam pada perdagangan Senin (24/8) setelah adanya tanda-tanda

peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran terhadap

gangguan pasokan energi Timur Tengah. Iran

gangguan pasokan energi Timur Tengah. Iran dilaporkan mengizinkan sejumlah

kapal tanker minyak Irak melintasi jalur strategis tersebut setelah mendapat

permintaan dari Baghdad. Brent turun 1,3% ke US$93,16 per barel, sementara WTI

melemah 1,9% ke US$85,42.

Pergerakan

tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi bursa karena Hormuz di awal

mengalami perlambatan lalu lintas hingga mendekati

mengalami perlambatan lalu lintas hingga mendekati titik terendah. Meski

demikian, aktivitas pelayaran masih berada jauh di bawah kondisi sebelum

konflik. Selat tersebut di awal berubah jadi jalur bagi sekitar 20% pasokan

minyak dunia, sehingga setiap perubahan arus

minyak dunia, sehingga setiap perubahan arus kapal tetap menjadi perhatian

utama pasar energi.

Di

sisi lain, tekanan bagi harga minyak

sisi lain, tekanan bagi harga minyak berpotensi kembali meningkat setelah

Amerika Serikat bersiap mengumumkan sanksi ekonomi terberat kepada Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah tersebut sebagai โ€œEconomic

D-Dayโ€, dengan rincian sanksi dijadwalkan diumumkan

D-Dayโ€, dengan rincian sanksi dijadwalkan diumumkan pada Senin. Kebijakan

tersebut berpotensi semakin membatasi ekspor minyak Iran dan memperketat

pasokan global.

Iran

memberikan respons keras. Mohsen Rezaee memperingatkan bahwa jika tekanan

ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada minyak yang diekspor melalui Hormuz

maupun kawasan Teluk Persia. Teheran juga

maupun kawasan Teluk Persia. Teheran juga memperingatkan negara-negara Teluk

agar tidak bekerja sama dengan Washington, meningkatkan risiko eskalasi yang

dapat kembali mengganggu jalur energi.

Analisis

Newsmaker: penurunan minyak hari ini lebih

mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan dalam jangka pendek, bukan

berakhirnya risiko geopolitik. Jika sanksi baru

berakhirnya risiko geopolitik. Jika sanksi baru AS benar-benar mempersempit

ekspor Iran atau Teheran kembali memperketat akses Hormuz, premi risiko minyak

berpotensi melonjak. Sebaliknya, peningkatan lalu lintas kapal secara konsisten

dan terbukanya jalur diplomasi dapat membawa

dan terbukanya jalur diplomasi dapat membawa Brent kembali turun. Untuk saat

ini, US$95 berubah jadi area penting yang perlu diperhatikan, sementara perkembangan

sanksi AS-Iran merupakan katalis utama berikutnya.(yds)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan Investasi Sekarang harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

๐Ÿ“ฐ Sumber asli: Newsmaker.id

๐Ÿ“ˆ Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures โ€” broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

๐Ÿ“ฐ Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya โ€ข Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF