
Minyak Tertekan, Altivitas Hormuz Redam Kekhawatiran Pasokan
Harga
minyak turun tajam pada perdagangan Senin (24/8) setelah adanya tanda-tanda
peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran terhadap
gangguan pasokan energi Timur Tengah. Iran
gangguan pasokan energi Timur Tengah. Iran dilaporkan mengizinkan sejumlah
kapal tanker minyak Irak melintasi jalur strategis tersebut setelah mendapat
permintaan dari Baghdad. Brent turun 1,3% ke US$93,16 per barel, sementara WTI
melemah 1,9% ke US$85,42.
Pergerakan
tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi bursa karena Hormuz di awal
mengalami perlambatan lalu lintas hingga mendekati
mengalami perlambatan lalu lintas hingga mendekati titik terendah. Meski
demikian, aktivitas pelayaran masih berada jauh di bawah kondisi sebelum
konflik. Selat tersebut di awal berubah jadi jalur bagi sekitar 20% pasokan
minyak dunia, sehingga setiap perubahan arus
minyak dunia, sehingga setiap perubahan arus kapal tetap menjadi perhatian
utama pasar energi.
Di
sisi lain, tekanan bagi harga minyak
sisi lain, tekanan bagi harga minyak berpotensi kembali meningkat setelah
Amerika Serikat bersiap mengumumkan sanksi ekonomi terberat kepada Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah tersebut sebagai โEconomic
D-Dayโ, dengan rincian sanksi dijadwalkan diumumkan
D-Dayโ, dengan rincian sanksi dijadwalkan diumumkan pada Senin. Kebijakan
tersebut berpotensi semakin membatasi ekspor minyak Iran dan memperketat
pasokan global.
Iran
memberikan respons keras. Mohsen Rezaee memperingatkan bahwa jika tekanan
ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada minyak yang diekspor melalui Hormuz
maupun kawasan Teluk Persia. Teheran juga
maupun kawasan Teluk Persia. Teheran juga memperingatkan negara-negara Teluk
agar tidak bekerja sama dengan Washington, meningkatkan risiko eskalasi yang
dapat kembali mengganggu jalur energi.
Analisis
Newsmaker: penurunan minyak hari ini lebih
mencerminkan meredanya kekhawatiran pasokan dalam jangka pendek, bukan
berakhirnya risiko geopolitik. Jika sanksi baru
berakhirnya risiko geopolitik. Jika sanksi baru AS benar-benar mempersempit
ekspor Iran atau Teheran kembali memperketat akses Hormuz, premi risiko minyak
berpotensi melonjak. Sebaliknya, peningkatan lalu lintas kapal secara konsisten
dan terbukanya jalur diplomasi dapat membawa
dan terbukanya jalur diplomasi dapat membawa Brent kembali turun. Untuk saat
ini, US$95 berubah jadi area penting yang perlu diperhatikan, sementara perkembangan
sanksi AS-Iran merupakan katalis utama berikutnya.(yds)
Sumber:
Newsmaker.id
๐ฐ Sumber asli: Newsmaker.id
๐ Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures โ broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
