
Minyak Terkoreksi, Pasar Menanti Sanksi Baru AS terhadap Iran
Harga
minyak turun lebih dari US$1 per barel pada perdagangan Senin (24/8) setelah
investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli dalam dua pekan terakhir.
Brent turun 1,23% ke US$93,23 per
Brent turun 1,23% ke US$93,23 per barel, sementara WTI melemah 1,78% ke
US$85,51. Meski terkoreksi, kedua benchmark masih mencatat kenaikan lebih dari
5% dalam dua pekan terakhir.
Tekanan
bagi minyak muncul ketika peringkat menunggu rincian sanksi baru Amerika
Serikat kepada Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan memberikan
pernyataan terkait langkah tersebut, sementara Presiden
pernyataan terkait langkah tersebut, sementara Presiden Donald Trump mengancam
akan menjatuhkan sanksi tidak hanya kepada Iran, tetapi juga negara-negara yang
masih melakukan perdagangan dengan Teheran.
Risiko
pasokan tetap berubah jadi perhatian utama karena negosiasi damai AS-Iran masih
menemui jalan buntu. Gangguan kepada lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz,
yang sejak awal membawa sekitar seperlima
yang sejak awal membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia, membuat bursa
tetap memberikan premi risiko bagi harga crude.
Jika
embargo benar-benar diberlakukan, pasokan minyak dari
embargo benar-benar diberlakukan, pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah
berpotensi semakin mengetat. Iran juga dapat merespons dengan serangan baru
terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut, sehingga meningkatkan risiko
gangguan pasokan yang lebih luas dan
gangguan pasokan yang lebih luas dan berpotensi mendorong harga minyak kembali
naik.
Analisis
Newsmaker: koreksi minyak hari ini lebih
mencerminkan profit taking dan aksi wait and see menjelang pengumuman sanksi
AS, bukan perubahan fundamental jatuh ke bearish. Jika sanksi yang diumumkan
lebih agresif dari ekspektasi atau Iran
lebih agresif dari ekspektasi atau Iran merespons dengan mengganggu fasilitas
energi maupun Hormuz, harga minyak berpotensi kembali menguji US$95 per barel.
Sebaliknya, jika langkah diplomasi mulai menyiratkan hasil, premi risiko
geopolitik dapat berkurang dan menekan harga
geopolitik dapat berkurang dan menekan harga crude lebih jauh.(yds)
Sumber:
Newsmaker.id
📰 Sumber asli: Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
