OIL

Minyak Terkoreksi, Pasar Menanti Sanksi Baru AS terhadap Iran

📅 2026-08-24
🕐 19:49
📰 Sumber: Newsmaker.id

Harga

minyak turun lebih dari US$1 per barel pada perdagangan Senin (24/8) setelah

investor melakukan aksi ambil untung menyusul reli dalam dua pekan terakhir.

Brent turun 1,23% ke US$93,23 per

Brent turun 1,23% ke US$93,23 per barel, sementara WTI melemah 1,78% ke

US$85,51. Meski terkoreksi, kedua benchmark masih mencatat kenaikan lebih dari

5% dalam dua pekan terakhir.

Tekanan

bagi minyak muncul ketika peringkat menunggu rincian sanksi baru Amerika

Serikat kepada Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan memberikan

pernyataan terkait langkah tersebut, sementara Presiden

pernyataan terkait langkah tersebut, sementara Presiden Donald Trump mengancam

akan menjatuhkan sanksi tidak hanya kepada Iran, tetapi juga negara-negara yang

masih melakukan perdagangan dengan Teheran.

Risiko

pasokan tetap berubah jadi perhatian utama karena negosiasi damai AS-Iran masih

menemui jalan buntu. Gangguan kepada lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz,

yang sejak awal membawa sekitar seperlima

yang sejak awal membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia, membuat bursa

tetap memberikan premi risiko bagi harga crude.

Jika

embargo benar-benar diberlakukan, pasokan minyak dari

embargo benar-benar diberlakukan, pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah

berpotensi semakin mengetat. Iran juga dapat merespons dengan serangan baru

terhadap fasilitas energi di kawasan tersebut, sehingga meningkatkan risiko

gangguan pasokan yang lebih luas dan

gangguan pasokan yang lebih luas dan berpotensi mendorong harga minyak kembali

naik.

Analisis

Newsmaker: koreksi minyak hari ini lebih

mencerminkan profit taking dan aksi wait and see menjelang pengumuman sanksi

AS, bukan perubahan fundamental jatuh ke bearish. Jika sanksi yang diumumkan

lebih agresif dari ekspektasi atau Iran

lebih agresif dari ekspektasi atau Iran merespons dengan mengganggu fasilitas

energi maupun Hormuz, harga minyak berpotensi kembali menguji US$95 per barel.

Sebaliknya, jika langkah diplomasi mulai menyiratkan hasil, premi risiko

geopolitik dapat berkurang dan menekan harga

geopolitik dapat berkurang dan menekan harga crude lebih jauh.(yds)

Sumber:

Newsmaker.id

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan Mulai Investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF