
ADP Mengecewakan, Perak Melesat
Harga Perak melesat sekitar 4,9% ke US$62,44 per troy ons pada perdagangan Rabu (5/8), setelah menyentuh level tertinggi sejak 6 Juli. Kenaikan ini mengikuti reli logam mulia secara luas saat Dolar AS melemah dan yield Treasury turun.
Pemicu utama datang dari data tenaga kerja swasta AS. ADP melaporkan penambahan hanya 44.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000 dan melambat dari angka Juni yang direvisi menjadi 95.000. Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa kondisi tenaga kerja mulai mendingin dan kebutuhan kenaikan suku bunga The Fed dapat berkurang.
Perak juga mendapat dukungan dari penurunan harga Energi Fosil seiring harapan pembukaan kembali Selat Hormuz. Biaya energi yang lebih rendah meredakan tekanan inflasi, menekan yield Obligasi, dan meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan bunga. Namun, Pasar masih menunggu kepastian kesepakatan AS–Iran.
Pergerakan Perak biasanya lebih agresif dibandingkan Emas karena memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai aset investasi dan bahan industri. Karena itu, pelemahan Dolar dan penurunan ekspektasi bunga dapat mendorong kenaikan tajam, tetapi juga meningkatkan risiko aksi ambil untung.
Analisis Newsmaker: Momentum Perak masih bullish selama bertahan di atas US$61,50–US$61,00. Penembusan US$62,50 dapat membuka peluang menuju US$63,00–US$64,00. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$61,50 berisiko memicu koreksi ke US$60,50–US$60,00. Fokus Pasar berikutnya tertuju pada NFP Jumat; data yang lemah dapat memperpanjang reli, sedangkan NFP kuat berpotensi mengangkat Dolar dan menekan Perak.(arl)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
