
Swiss Franc Menguat, Dolar Kehilangan Tenaga
Pasangan USD/CHF kembali melemah pada perdagangan Senin (20/7) setelah sempat naik mendekati area 0,8100. Harga kemudian turun ke sekitar 0,8060 pada sesi Eropa, melemah hampir 0,15% secara harian.
Tekanan terhadap USD/CHF datang dari Dolar AS yang melemah. Sentimen risiko global terlihat sedikit membaik, terutama dari pergerakan positif bursa Eropa, sehingga permintaan terhadap Dolar sebagai aset aman ikut berkurang.
Namun, pelemahan Dolar AS masih berpotensi terbatas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah AS melanjutkan serangan malam kesembilan terhadap Iran, sementara Iran membalas dengan rudal balistik dan drone ke sekutu AS di kawasan Timur Tengah.
Risiko konflik regional yang lebih luas membuat Pasar tetap berhati-hati. Selain itu, gangguan di Selat Hormuz turut menjaga harga Minyak tetap tinggi, sehingga kekhawatiran inflasi kembali muncul.
Kenaikan harga Minyak dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih berpeluang mempertahankan sikap hawkish atau bahkan membuka ruang kenaikan suku bunga. Kondisi ini bisa menjadi penahan pelemahan Dolar AS lebih dalam.
Dampaknya ke market, USD/CHF masih berada dalam tekanan jangka pendek selama Dolar melemah dan sentimen risiko membaik. Namun, jika konflik AS-Iran kembali memanas atau komentar pejabat The Fed terdengar hawkish, Dolar AS berpotensi mendapat dukungan dan USD/CHF bisa kembali mencoba naik.(arl)
Sumber : newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
