Saturday, 7 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Harapan Ceasefire Dorong Sell-Off, Brent ke Terendah sejak April

Harapan Ceasefire Dorong Sell-Off, Brent ke Terendah sejak April

Analisis Harapan Ceasefire Dorong Sell-Off, Brent ke Terendah sejak April - Data Pasar 2026-05-29

Harga Minyak turun sekitar 2% pada Jumat (29/5) dan menuju penurunan mingguan terdalam sejak awal April setelah laporan bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata dan melonggarkan pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Brent kontrak Juli—yang berakhir Jumat—turun US$1,89 (-2%) ke US$91,82 per barel pada 13:09 GMT, sementara Brent kontrak Agustus turun US$1,89 (-2%) ke US$90,81. WTI melemah US$1,70 (-1,9%) ke US$87,20.
Secara mingguan, Brent turun sekitar 11%, menjadi penurunan terbesar dalam tujuh pekan, sedangkan WTI turun hampir 10%, penurunan terbesar dalam enam pekan. Keduanya menyentuh level terendah sejak pertengahan April, mencerminkan pemangkasan premi risiko setelah Pasar mem-price-in peluang de-eskalasi.
Meski begitu, kesepakatan disebut belum final. Sumber Reuters menyatakan deal masih menunggu persetujuan Presiden Donald Trump, sementara media Pemerintah Iran menyebut belum difinalisasi. Ketidakpastian ini menjaga perdagangan tetap volatil; kedua patokan sempat berayun hingga sekitar US$6 dalam beberapa sesi terakhir akibat sinyal yang saling bertentangan mengenai akhir perang Iran dan potensi pembukaan Hormuz.
Di Pasar fisik, arus pelayaran melalui chokepoint masih jauh di bawah level pra-konflik. ING menilai pembukaan Hormuz bisa memberi bantuan cepat, namun pemulihan tetap tidak pasti. Jepang, yang sangat bergantung pada Minyak Timur Tengah, mencatat penurunan impor Minyak mentah 66% pada bulan lalu dibanding April tahun sebelumnya, menegaskan dampak gangguan pasokan.
Commerzbank menaikkan proyeksi Brent menjadi US$90 per barel pada akhir September dan US$85 pada akhir tahun, dengan skenario Hormuz tetap belum kembali normal selama sekitar dua bulan. Dari AS, EIA melaporkan stok Minyak mentah, bensin, dan distilat turun pekan lalu seiring permintaan kilang dan konsumen meningkat, sementara ekspor turun 1,16 juta bph menjadi 4,4 juta bph, memberi bantalan pada harga meski sentimen mingguan masih condong bearish. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.