Saturday, 7 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Oil Makin Panas, Ini Arah Selanjutnya!

Oil Makin Panas, Ini Arah Selanjutnya!

Analisis Oil Makin Panas, Ini Arah Selanjutnya! - Data Pasar 2026-05-05

Harga Minyak masih mempertahankan sebagian besar kenaikan tajam setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling berbalas serangan, sementara infrastruktur energi kembali menjadi sasaran dan sejumlah kapal terkena dampak di sekitar Selat Hormuz.
Brent bergerak di dekat US$114 per barel setelah melonjak hampir 6% pada perdagangan Senin. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI berada di bawah US$105 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran Pasar bahwa pasokan Minyak global kembali menghadapi risiko besar.
Militer AS menyatakan berhasil menghadang serangan Iran ketika memandu dua kapal berbendera AS melalui Selat Hormuz. Di Uni Emirat Arab, terminal Minyak di Fujairah juga dilaporkan terkena serangan. Peristiwa ini membuat gencatan senjata empat pekan antara Washington dan Teheran semakin rapuh.
Ketegangan tersebut terjadi saat AS berupaya membuka jalur Hormuz bagi kapal-kapal yang tertahan. Namun, Presiden Donald Trump menyebut perang masih dapat berlangsung dua hingga tiga pekan lagi. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran bahwa risiko gangguan pasokan energi belum akan mereda dalam waktu dekat.
Analis menilai, selama belum ada kesepakatan antara AS dan Iran, Selat Hormuz berpotensi tetap sulit dilalui. Kondisi ini membuat harga Minyak tetap berada dalam tekanan naik, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu titik terpenting dalam perdagangan energi global.
Lonjakan harga energi juga memicu kekhawatiran inflasi dan memperberat prospek pertumbuhan ekonomi. Di Pasar Obligasi AS, imbal hasil tenor 30 tahun naik ke level tertinggi sejak Juli dan menembus 5%, karena trader mulai memperkirakan The Fed mungkin perlu kembali menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan harga.
5 Inti Poin
– Brent bertahan dekat US$114 per barel setelah melonjak hampir 6% pada perdagangan sebelumnya.
– AS dan Iran kembali saling berbalas serangan, membuat gencatan senjata semakin rapuh.
– Terminal Minyak Fujairah di UAE dilaporkan terkena serangan, menambah risiko pasokan energi.
– Selat Hormuz masih sulit dilalui, sehingga tekanan naik pada harga Minyak tetap kuat.
– Lonjakan oil memicu kekhawatiran inflasi, bahkan membuka spekulasi The Fed bisa kembali hawkish.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Panduan & Informasi Resmi

Sumber

Artikel ini mengutip laporan bestprofit-futures.co.id . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.