Harga Minyak naik sekitar 1% setelah data EIA menunjukkan penarikan stok AS 6,0 juta barel pada pekan berakhir 15 Agustus—jauh lebih besar dari perkiraan 1,8 juta barel dan angka API 2,4 juta barel. Pada 10:48 a.m. EDT, Brent berada di $66,35 (+0,9%) dan WTI di $63,01 (+1,1%). Analis menilai kenaikan ekspor dan permintaan kilang yang kuat membuat laporan ini bullish.
Sehari sebelumnya, Harga turun lebih dari 1%—WTI menutup di level terendah sejak 30 Mei—karena optimisme kesepakatan damai Rusia–Ukraina. Namun Pasar cepat berbalik: sentimen membaik hari ini, meski pergerakan tetap fluktuatif “turun hari ini, rebound besok,” kata seorang analis UBS.
Dari sisi geopolitik, sanksi pada Minyak Rusia masih berlaku. Presiden AS Donald Trump menyebut AS bisa memberi dukungan udara dan tengah mengatur pertemuan Putin–Zelenskyy yang berpotensi dilanjutkan ke KTT trilateral. Rusia belum mengonfirmasi keikutsertaan, sehingga ketidakpastian tetap tinggi.
Ke depan, Pasar menimbang tarik-menarik antara data fundamental (stok menurun, permintaan kilang) dan headline geopolitik. Beberapa analis memperkirakan penyelesaian cepat konflik masih kecil kemungkinan, sehingga arah Harga dekat ini akan sensitif pada kabar negosiasi dan rilis data persediaan berikutnya.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id
