Dolar AS stabil pada hari Senin (4/8) pasca terpukul oleh laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan dan keputusan Presiden Donald Trump memecat pejabat tinggi statistik, yang mendorong investor meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Data Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS pada Juli di bawah ekspektasi. Lebih lanjut, data penggajian dua bulan sebelumnya direvisi turun drastis sebanyak 258.000 pekerjaan, menandakan penurunan tajam dalam kondisi Pasar tenaga kerja.
Kata Mohamad Al-Saraf, ahli strategi valas di Danske Bank “Laporan utamanya mungkin tidak terlalu lemah, tapi revisinya sangat signifikan,”. “Sulit membayangkan The Fed tidak menurunkan suku bunga pada pertemuan bulan September.”
Penurunan Dolar semakin parah pasca Trump memecat Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja, Erika McEntarfer, dengan tuduhan memalsukan data ketenagakerjaan. Selain itu, pengunduran diri mendadak Gubernur The Fed, Adriana Kugler, membuka peluang bagi Trump untuk mempengaruhi arah kebijakan bank sentral lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sementara pada hari Senin, Dolar AS berhasil sedikit pulih dan diperdagangkan naik 0,3% di 147,91 yen, meskipun masih sekitar 3 yen di bawah puncaknya pada Jumat.
Euro turun 0,2% ke $1,1561, sementara poundsterling nyaris tak berubah di $1,3276. Indeks Dolar naik tipis 0,2% ke 98,88, setelah anjlok lebih dari 1,3% pada Jumat.
Terhadap franc Swiss, Dolar melonjak lebih dari 0,5% setelah Trump mengenakan Tarif tinggi terhadap negara tersebut. Euro pun naik 0,3% terhadap franc.
Selain itu Pemerintah Swiss dijadwalkan mengadakan rapat darurat pada ini untuk membahas respons kebijakan mereka terhadap Tarif baru dari AS.(yds)
Sumber: Reuters

By IT EF