Harga Perak (XAG/USD) melemah ke sekitar $38,10 per troy ounce pada hari Rabu, memperpanjang kerugian dua sesi sebelumnya. Meski biasanya menjadi aset aman (safe haven), Perak tertekan karena investor menahan diri menjelang keputusan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) AS yang akan diumumkan malam nanti.
Mayoritas pelaku Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di level saat ini, yakni 4,25%-4,50%. Menurut alat prediksi CME FedWatch, peluang tidak ada perubahan mencapai 97%. Karena Perak tidak memberikan imbal hasil seperti bunga, suku bunga tinggi biasanya membuat investor lebih memilih instrumen lain yang menawarkan keuntungan lebih besar.
Di sisi lain, pelaku Pasar juga menantikan data ekonomi penting seperti inflasi PCE kuartal II dan data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls bulan Juli. Data ini akan menjadi petunjuk arah ekonomi AS ke depan, dan bisa memengaruhi kebijakan suku bunga selanjutnya. Namun, tensi geopolitik juga jadi sorotan, setelah Presiden Trump kembali mengancam Rusia dengan Tarif sekunder 100% jika tidak ada kemajuan dalam perdamaian Ukraina dalam 10-12 hari.
Sementara itu, sentimen Pasar memburuk setelah perundingan dagang AS–Tiongkok di Stockholm berakhir tanpa kesepakatan memperpanjang gencatan senjata Tarif. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan perundingan akan dilanjutkan, namun keputusan akhir ada di tangan Trump. Ketidakpastian ini turut menekan minat terhadap aset berisiko maupun safe haven seperti Perak.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id

By IT EF