Harga Minyak melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada Rusia jika tidak tercapai gencatan senjata dengan Ukraina dalam 10 hari. Brent naik di atas $72 per barel dan WTI mendekati $69, mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam enam minggu terakhir.
Trump mengatakan bahwa ia tidak khawatir dengan dampak Pasar karena Amerika memiliki produksi Minyak yang besar. Bahkan, ia menyatakan siap untuk meningkatkan produksi lebih jauh jika dibutuhkan. Pernyataan ini memicu spekulasi Pasar tentang kemungkinan pasokan tambahan dari AS.
Namun, para analis menilai ancaman Trump lebih bersifat retorika politik ketimbang perubahan fundamental Pasar. Rusia sendiri selama ini tetap bisa menjual minyaknya ke Asia meskipun ada sanksi, sehingga efek langsung ke pasokan global dinilai terbatas.
Sementara itu, Pasar juga menantikan dua hal penting: tenggat waktu kesepakatan dagang AS pada 1 Agustus dan pertemuan OPEC+ akhir pekan ini yang akan menentukan kebijakan produksi bulan September. Di sisi lain, laporan terbaru menunjukkan stok Minyak mentah AS naik 1,5 juta barel, yang bisa mempengaruhi pergerakan Harga selanjutnya.(Ayu)
Sumber: Newsmaker.id
