Emas merosot pada Senin (12/5) karena pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang positif meredam kekhawatiran pasar, yang menyebabkan investor beralih dari aset safe haven ke investasi yang lebih berisiko.
Harga Emas spot turun 1,4% menjadi $3.277,34 per ons, pada pukul 04.32 GMT. Harga Emas berjangka AS turun 1,9% menjadi $3.281,70.
Sementara Jigar Trivedi, analis komoditas senior di Reliance Securities mengatakan, “Indeks dolar telah menguat karena pemerintahan Trump menggembar-gemborkan kemajuan dalam negosiasi perdagangan, dengan Tiongkok mengikuti negosiasi selama akhir pekan di Swiss yang membebani harga Emas,”
AS dan Tiongkok mengakhiri pembicaraan perdagangan berisiko tinggi dengan catatan positif pada hari Minggu, dengan pejabat AS menggembar-gemborkan “kesepakatan” untuk mengurangi defisit perdagangan AS, sementara pejabat Tiongkok mengatakan mereka telah mencapai “konsensus penting”.
Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng mengatakan pernyataan bersama akan dirilis di Jenewa pada hari Senin.
AS dan Tiongkok saling mengenakan tarif bulan lalu, yang memicu perang dagang yang memicu kekhawatiran akan resesi global.
AS akan dikenai tarif yang lebih tinggi setelah negosiasi perdagangan Presiden Donald Trump berakhir, kata mayoritas penasihat Trump saat ini dan sebelumnya yang diwawancarai Reuters.
Selain itu para pedagang juga mengamati rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Selasa guna mendapatkan sinyal baru mengenai jalur kebijakan moneter Fed.
“Dalam jangka pendek, Emas kemungkinan akan terus menurun karena dolar dapat menguat dan di tengah berkurangnya risiko geopolitik, permintaan aset safe haven juga dapat turun, sehingga logam kuning tersebut dapat turun menjadi $3.200/oz dalam jangka pendek,” tambah Trivedi.
Perak spot naik 0,4% menjadi $32,84 per ons, platinum naik 0,7% menjadi $1.001,90 dan paladium menguat 0,6% menjadi $981,20.(yds)
Sumber: Reuters
