Harga emas mengalami penurunan saat pasar mempertimbangkan komentar hawkish dari Federal Reserve, setelah para pembuat kebijakan AS mengindikasikan bahwa suku bunga akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Federal Open Market Committee pada hari Rabu mempertahankan kisaran target suku bunga sebesar 5,25% hingga 5,5%, sementara proyeksi triwulanan yang diperbarui menunjukkan bahwa 12 dari 19 pejabat lebih condong untuk menaikkan suku bunga lagi pada tahun 2023. Para pembuat kebijakan juga memperkirakan akan ada lebih sedikit pelonggaran pada tahun depan, menurut proyeksi baru tersebut.

Harga emas naik sebelum keputusan tersebut kemudian berbalik arah, meskipun logam tersebut sebagian besar tetap berada dalam kisaran yang sama sejak pertengahan Mei, karena para pedagang terus menunda kapan Federal Reserve diperkirakan akan memulai pelonggaran kebijakan moneter. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif pada emas yang tidak menghasilkan bunga.

Imbal hasil obligasi Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun setelah pertemuan bulan September, dan para pedagang obligasi bersiap untuk melihat bahwa tingkat imbal hasil akan terus naik, menurut survei Bloomberg.

Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi $1.927,13 per ons pada pukul 10:04 pagi waktu Singapura. Indeks Dolar Bloomberg Spot naik 0,2%. Perak, platinum, dan paladium juga mengalami penurunan. (Tgh)

Sumber: Bloomberg

By admin_bpf_surabaya

PT Bestprofit Futures - Surabaya Jl. Panglima Sudirman 10-18, Embong Kaliasin, Genteng, Kota Surabaya. Telp: 031-5349888; E-mail: corporate@bestprofit-futures.co.id Website: www.bestprofit-futures.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *