Thursday, 22 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Naik karena Trump Berupaya Memperketat Tekanan pada Venezuela

Minyak Naik karena Trump Berupaya Memperketat Tekanan pada Venezuela
Industry oil chemical metal barrels stacked up in waste yard of tank and container, Kawasaki city near Tokyo Japan

Harga Minyak naik pasca Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghukum negara-negara yang membeli Minyak mentah Venezuela, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan ketatnya pasokan dalam jangka pendek.
Harga Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,2% dan ditutup di atas $69 per barel untuk pertama kalinya sejak Februari. WTI naik sebanyak 1,5% di awal sesi setelah Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan mengenakan tarif sebesar 25% kepada negara mana pun yang membeli Minyak dan gas alam dari Venezuela, dengan alasan migrasi dan geng kriminal di AS.
Sementara pemungutan pajak tersebut akan berdampak pada ekonomi utama dari Tiongkok dan India hingga Eropa Barat dan dapat mempersulit bisnis bagi penyuling Minyak di Pantai Teluk AS yang bergantung pada Minyak mentah berat Venezuela untuk memasok jalur produksi.
Harga untuk jenis Minyak berat menguat dalam beberapa hari terakhir di tengah rekor persediaan yang rendah karena produsen Minyak pasir Kanada memasuki musim pemeliharaan dan mengurangi sebagian produksi.
WTI turun dari level tertinggi sesi setelah Departemen Keuangan AS memperpanjang batas waktu Chevron Corp. untuk menghentikan operasi di negara Amerika Latin itu hingga 27 Mei. Venezuela memproduksi sekitar 875.000 barel per hari pada tahun 2024, menurut data OPEC, atau sekitar 0,9% dari total produksi Minyak global.
Sementara itu, menteri pertahanan Ukraina mengatakan pembicaraan dengan pejabat AS pada hari Minggu tentang mengakhiri invasi Rusia “membahas poin-poin penting termasuk energi,” karena Trump mendorong gencatan senjata. Delegasi dari AS dan Rusia juga mengadakan pembicaraan terpisah pada hari Senin.
WTI untuk pengiriman Mei naik 1,2% menjadi $69,11 per barel di New York. Brent untuk pengiriman Mei naik tipis 1,2% menjadi $73,00.(yds)
Sumber: Bloomberg

Sumber

Artikel ini mengutip laporan demo.bestprofit-futures.com . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.