Thursday, 5 November 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Tembus US$4.070, Kemenangan Demokrat Tekan Dolar AS!

Emas Tembus US$4.070, Kemenangan Demokrat Tekan Dolar AS!
Emas Tembus US$4.070, Kemenangan Demokrat Tekan Dolar AS!

🏠 Beranda › Berita › emas Tembus US$4.070, Kemenangan Demokra…

Gold

📅 2026-11-05   🕐 07:08   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X
📑 Daftar Isi ▼

Harga emas dunia mempertahankan

penguatan tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), setelah mencatat lonjakan

harian terbesar sejak Agustus. Emas spot mengalami kenaikan 0,2% merupakan US$4.070,10 per

troy ounce, melanjutkan kenaikan sebesar 3,3% pada sesi di awal

troy ounce, melanjutkan kenaikan sebesar 3,3% pada sesi di awal. Penguatan

ini didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan imbal

hasil obligasi pemerintah AS setelah Partai Demokrat memenangkan kendali atas

kedua kamar Kongres dalam pemilu sela

kedua kamar Kongres dalam pemilu sela. Perubahan kekuatan politik di Washington

meningkatkan ketidakpastian kepada arah kebijakan ekonomi pemerintahan

Presiden Donald Trump, sehingga memberikan dukungan kepada permintaan emas.

Kemenangan Partai Demokrat di

Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat mendorong investor menyesuaikan ekspektasi

kepada kebijakan fiskal AS. Peringkat memperkirakan perubahan komposisi Kongres

dapat membatasi sejumlah agenda pemerintahan Trump, termasuk rencana pemotongan

dapat membatasi sejumlah agenda pemerintahan Trump, termasuk rencana pemotongan

pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Kondisi tersebut turut mendorong

penurunan imbal hasil obligasi Treasury di berbagai tenor, sementara indeks

dolar Bloomberg mengalami penurunan 0

dolar Bloomberg mengalami penurunan 0,4%, mencatat penurunan harian terbesar dalam dua

bulan. Imbal hasil obligasi yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas

karena logam mulia tidak memberikan bunga, sedangkan pelemahan dolar membuat

emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya

emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Dukungan tambahan kepada emas

datang dari penurunan harga minyak dunia setelah Presiden Trump meredakan

kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan militer lanjutan kepada Iran

kekhawatiran mengenai kemungkinan serangan militer lanjutan kepada Iran.

Minyak mentah Brent turun hingga menembus level US$100 per barel pada Rabu,

untuk pertama kalinya sejak awal Oktober. Penurunan harga energi berpotensi

mengurangi tekanan inflasi dunia sekaligus meredakan kekhawatiran kepada

mengurangi tekanan inflasi dunia sekaligus meredakan kekhawatiran kepada

kebijakan suku bunga tinggi. Meski demikian, pemulihan emas masih berlangsung

di tengah tekanan jangka panjang, setelah harganya merosot lebih dari 20% sejak

konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari akibat lonjakan harga energi dan

konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari akibat lonjakan harga energi dan

pengetatan kebijakan moneter.

Perhatian investor kini beralih

pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang

pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang

dijadwalkan dirilis Jumat (6/11/2026). Data tersebut akan merupakan indikator

penting untuk menilai kekuatan bursa tenaga kerja dan arah kebijakan suku bunga

Federal Reserve (The Fed)

Federal Reserve (The Fed). Apabila pertumbuhan tenaga kerja memaparkan

perlambatan dan tekanan inflasi semakin terkendali, ruang bagi The Fed untuk

melonggarkan kebijakan moneter berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat

memberikan dukungan tambahan bagi emas

memberikan dukungan tambahan bagi emas. Sementara itu, logam mulia lainnya

turut mencatat penguatan, dengan perak naik 0,3% merupakan US$52,36 per troy

ounce setelah melonjak hampir 5% pada perdagangan sejak lama.

Newsmaker mencatat, keberhasilan emas bertahan

di atas US$4.000 menjelaskan meningkatnya momentum pemulihan setelah mengalami

tekanan tajam selama beberapa bulan terakhir. Pelemahan dolar, penurunan imbal

hasil obligasi, serta meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga minyak

hasil obligasi, serta meredanya risiko inflasi akibat penurunan harga minyak

merupakan kombinasi faktor yang mendukung penguatan logam mulia. Jika data tenaga

kerja AS menjelaskan pelemahan dan ekspektasi pengetatan suku bunga The Fed

berkurang, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi

berkurang, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level yang lebih tinggi.

Sebaliknya, apabila NFP kembali menjelaskan kekuatan ekonomi AS dan mendorong

pemulihan dolar serta imbal hasil obligasi, harga emas berisiko mengalami

koreksi. Dengan demikian, keberlanjutan tren penguatan emas akan sangat

bergantung pada perkembangan fundamental ekonomi AS dan respons market kepada

arah kebijakan moneter berikutnya.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.