Friday, 30 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Kembali Tertekan, Data AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Fed

Emas Kembali Tertekan, Data AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Fed
Emas Kembali Tertekan, Data AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Fed

🏠 Beranda › Berita › Emas Kembali Tertekan, Data AS Perkuat E…

Gold

📅 2026-10-30   🕐 11:51   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (30/10) dan bergerak di bawah level psikologis US$4.000 per troy ounce. Pelemahan ini terjadi untuk hari kedua berturut-turut setelah data ekonomi Amerika Serikat menyiratkan pertumbuhan yang kuat dan tekanan inflasi yang masih tinggi, sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember.

Estimasi awal menjelaskan ekonomi AS tumbuh 3,4% pada kuartal III, meningkat dari 2,2% pada kuartal sejak lama dan melampaui perkiraan 3,2%. Sementara itu, indeks PCE September naik 0,5% secara bulanan dan mencapai 3,6% secara tahunan. Core PCE juga meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,1% secara tahunan. Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang solid dan inflasi yang persisten memperkuat prospek kebijakan moneter yang lebih ketat.

Di sisi lain, yield Treasury AS justru mengalami penurunan setelah investor mencari komoditas pemerintah AS sebagai safe haven menyusul laporan keuangan perusahaan teknologi yang mengecewakan. Kekhawatiran kepada besarnya belanja AI yang belum menghasilkan imbal hasil memadai turut meningkatkan volatilitas peringkat. Dolar AS juga melemah untuk hari ketiga setelah muncul harapan baru terhadap penyelesaian diplomatik konflik AS-Iran, tetapi kondisi tersebut belum cukup untuk mengangkat harga emas.

Ketegangan geopolitik masih merupakan faktor penting

Ketegangan geopolitik masih merupakan faktor penting. Upaya diplomasi melalui surat JD Vance kepada pejabat keamanan Iran dan rancangan kesepakatan baru dari Qatar memberikan harapan penyelesaian konflik. Namun, eskalasi antara kelompok Houthi dan Arab Saudi serta ancaman serangan baru AS dan Israel setelah pemilu paruh waktu AS membuat risiko geopolitik tetap tinggi.

Ulasan Newsmaker: Fundamental jangka pendek emas masih cenderung bearish karena pertumbuhan ekonomi AS yang kuat dan inflasi yang belum terkendali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Meski pelemahan dolar dan turunnya yield Treasury dapat memberikan ruang bagi emas untuk rebound, tekanan tersebut berpotensi kembali muncul selama bursa mempertahankan ekspektasi pengetatan pada Desember. (srh)

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.