Emas Tertekan Usai Data Ekonomi AS Menguat

🏠 Beranda › Berita › emas Tertekan Usai Data Ekonomi AS Mengu…
Gold
- swasta, konsumsi masyarakat, dan belanja pemerintah, menyiratkan ekonomi AS
- Personal Consumption Expenditures (PCE) kembali meningkat
- tersebut memaparkan inflasi masih berada jauh di atas target Federal Reserve
- dolar AS dan yield obligasi sekaligus meningkatkan tekanan kepada emas
- psikologis US$4.000 kembali merupakan perhatian market
- memberikan dukungan apabila harga mampu bertahan di atas area tersebut.(mrv)*
Harga emas kembali berada di
bawah tekanan pada perdagangan Kamis (29/10) setelah data ekonomi Amerika
Serikat menjelaskan pertumbuhan yang lebih kuat dan tekanan inflasi yang masih
tinggi. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.025 per troy ounce, turun sekitar 1%
pada hari ini, karena data terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve
masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Ekonomi AS tumbuh 3,4% secara
tahunan pada kuartal III, meningkat tajam dari 2,2% pada kuartal sejak awal dan
melampaui perkiraan market sebesar 3,2%. Pertumbuhan tersebut ditopang investasi
swasta, konsumsi masyarakat, dan belanja pemerintah, menyiratkan ekonomi AS
swasta, konsumsi masyarakat, dan belanja pemerintah, menyiratkan ekonomi AS
masih cukup kuat menghadapi suku bunga tinggi.
Pada saat yang sama, inflasi
Personal Consumption Expenditures (PCE) kembali meningkat
Personal Consumption Expenditures (PCE) kembali meningkat. PCE utama naik 0,5%
secara bulanan pada September dan 3,6% secara tahunan, sementara Core PCE
meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,1% dibandingkan tahun sejak awal. Kondisi
tersebut memaparkan inflasi masih berada jauh di atas target Federal Reserve
tersebut memaparkan inflasi masih berada jauh di atas target Federal Reserve
sebesar 2%.
Kombinasi pertumbuhan ekonomi
yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih tinggi merupakan psikologi pasar
negatif bagi emas. Data tersebut dapat mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed
berpeluang kembali menaikkan suku bunga pada Desember, yang berpotensi menopang
dolar AS dan yield obligasi sekaligus meningkatkan tekanan kepada emas
dolar AS dan yield obligasi sekaligus meningkatkan tekanan kepada emas
sebagai komoditi tanpa imbal hasil.
Dalam jangka pendek, area
psikologis US$4.000 kembali merupakan perhatian market
psikologis US$4.000 kembali merupakan perhatian market. Selama dolar dan
ekspektasi pengetatan The Fed tetap kuat, ruang kenaikan emas masih terbatas.
Namun, ketegangan geopolitik dan permintaan safe haven tetap berpotensi
memberikan dukungan apabila harga mampu bertahan di atas area tersebut.(mrv)*
memberikan dukungan apabila harga mampu bertahan di atas area tersebut.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
