Friday, 30 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Nyaris Jebol $4000, Inflasi AS Kembali Jadi Ancaman

Emas Nyaris Jebol $4000, Inflasi AS Kembali Jadi Ancaman
Emas Nyaris Jebol $4000, Inflasi AS Kembali Jadi Ancaman

🏠 Beranda › Berita › emas Nyaris Jebol $4000, Inflasi AS Kemb…

Gold

📅 2026-10-30   🕐 03:07   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas dunia kembali mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (29/10/2026), setelah data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Emas spot (XAU/USD) merosot 1,4% merupakan US$4.008,76 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,5% dan ditutup pada US$4.031,40 per troy ounce. Pelemahan tersebut menempatkan emas di jalur penurunan bulanan kedua berturut-turut, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi peringkat logam mulia. Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator harga yang menjadi acuan utama The Fed, menjelaskan percepatan akibat kenaikan biaya energi dan sejumlah barang konsumsi.

Tekanan kepada emas semakin besar setelah laporan Departemen Perdagangan AS menyiratkan indeks harga PCE September meningkat 0,5% secara bulanan, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,3% pada Agustus. Secara tahunan, inflasi PCE mencapai 3,6%, sementara inflasi inti yang mengecualikan makanan dan energi berada di level 3,1%, masih melampaui target inflasi The Fed sebesar 2%. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa tekanan harga belum sepenuhnya terkendali meskipun kebijakan moneter telah berada pada tingkat yang ketat. Direktur perdagangan logam High Ridge futures, David Meger, menilai persistennya inflasi merupakan faktor utama yang membatasi daya tarik emas. Dengan meningkatnya kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut, investor cenderung mempertimbangkan instrumen berbunga yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan emas.

Sejak awal, Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Rabu (28/10/2026), sesuai ekspektasi peringkat. Namun, keputusan tersebut belum menghilangkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun, terutama setelah data inflasi terbaru menjelaskan tekanan harga masih cukup kuat. Berdasarkan CME FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan pasar, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di kisaran 80%.

Ekspektasi tersebut berpotensi mempertahankan tekanan kepada emas melalui penguatan dolar AS dan meningkatnya biaya peluang kepemilikan logam mulia. Investor kini akan mencermati perkembangan inflasi, harga energi, serta pernyataan pejabat The Fed untuk menilai arah kebijakan moneter dan prospek emas menjelang akhir tahun.

Inflasi AS yang masih tinggi merupakan hambatan utama pemulihan emas. Meskipun The Fed mempertahankan suku bunga pada Oktober, meningkatnya ekspektasi kenaikan pada Desember membuat investor cenderung berhati-hati kepada logam mulia.

Secara teknikal, area US$4.000 merupakan support psikologis yang penting bagi XAU/USD. Penembusan berkelanjutan di bawah level tersebut dapat memperbesar tekanan jual, sedangkan pemulihan menuju US$4.050–4.100 dapat menjadi indikasi awal meredanya tekanan, meskipun belum memastikan pembalikan tren.

Dampak kepada market: Data PCE yang tinggi cenderung mendukung dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi, sementara emas berisiko tetap tertekan selama inflasi belum memaparkan perlambatan yang meyakinkan.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.