Emas Rebound, Pasar Menanti Sinyal The Fed

🏠 Beranda › Berita › Emas Rebound, Pasar Menanti Sinyal The F…
Gold
Harga emas spot naik 0,6% ke US$4.020,60 per troy ounce pada Senin (26/10), rebound dari level terendah sejak Juli yang disentuh pada perdagangan di awal. Penguatan terjadi setelah harga minyak terkoreksi sehingga kekhawatiran inflasi sedikit mereda, sementara investor mulai melakukan bargain hunting di sekitar level psikologis US$4.000.
Penurunan harga minyak memberikan ruang bagi emas untuk pulih setelah lonjakan energi pekan lalu meningkatkan kekhawatiran kepada tekanan inflasi. Meski demikian, minyak masih bertahan dekat level tertinggi enam bulan sehingga risiko gangguan pasokan tetap merupakan perhatian pasar dan berpotensi kembali mendorong tekanan inflasi.
Fokus utama investor kini tertuju pada keputusan The Fed pada Rabu. Pasar secara luas memperkirakan suku bunga dipertahankan setelah kenaikan pada September, sementara peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 80%. Suku bunga yang lebih tinggi tetap merupakan hambatan bagi emas karena meningkatkan opportunity cost dalam memegang komoditas yang tidak memberikan imbal hasil.
Selain keputusan The Fed
Selain keputusan The Fed, pasar akan menantikan data PCE AS pada Kamis, yang merupakan indikator inflasi pilihan bank sentral AS. Data tersebut akan merupakan petunjuk penting mengenai apakah tekanan inflasi cukup kuat untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat hingga akhir tahun.
Ulasan Newsmaker: Rebound emas sekarang masih tergolong pemulihan teknikal dan belum mengonfirmasi perubahan tren. Selama emas mampu bertahan di sekitar US$4.000, peluang konsolidasi dan pemulihan tetap terbuka. Namun, sinyal hawkish The Fed atau PCE yang kembali tinggi dapat menghidupkan tekanan jual. Sebaliknya, inflasi yang mereda dan kebijakan lebih dovish berpotensi memperkuat momentum rebound emas.(yds)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
