Monday, 26 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Minyak Turun, Brent Masih Dibayangi Konflik

🏠 Beranda › Berita › minyak Turun, Brent Masih Dibayangi Konf…

Oil

📅 2026-10-26   🕐 11:54   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin(26/10), dengan Brent turun mendekati US$109 per barel setelah sejak awal menyentuh level tertinggi dalam enam bulan, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di sekitar US$101 per barel. Koreksi terjadi ketika bursa menilai kembali perkembangan konflik AS-Iran dan kondisi teknikal yang mulai memaparkan jenuh beli.

Tekanan teknikal semakin terlihat setelah relative strength index (RSI) 14 hari Brent naik di atas 74 pada Jumat, melewati level 70 yang kerap dipandang sebagai sinyal overbought. Kondisi tersebut membuka peluang aksi ambil untung setelah Brent melonjak lebih dari 85% sepanjang tahun akibat gangguan pasokan dari konflik Timur Tengah.

Meski harga terkoreksi, risiko geopolitik tetap merupakan penopang utama minyak. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan Washington harus menentukan apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau mengambil langkah lebih keras, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan pihaknya masih berharap serangan baru dapat dihindari. Pertempuran antara Houthi dan Arab Saudi juga kembali meningkat pada akhir pekan.

Peringkat semakin berhati-hati menjelang rangkaian agenda besar

Peringkat semakin berhati-hati menjelang rangkaian agenda besar, mulai dari pemilu Israel, pertemuan Federal Reserve, hingga pemilu sela AS pada awal November. Kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meningkat setelah agenda politik tersebut membuat premi risiko tetap tertanam dalam harga minyak, meskipun arus pasokan melalui Selat Hormuz mulai pulih mendekati tingkat sebelum perang.

Di sisi lain, pemulihan pengiriman minyak dari Timur Tengah dapat membatasi kenaikan harga dalam jangka pendek. Namun, analis menilai eskalasi baru yang mengganggu arus pasokan dapat kembali mendorong Brent lebih tinggi, bahkan membuka pembicaraan mengenai level US$150 per barel jika gangguan pasokan cukup besar hingga memicu penurunan permintaan dunia.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.