Harga Minyak Terkoreksi, Ketegangan Timur Tengah Masih Jadi Risiko
🏠 Beranda › Berita › Harga Minyak Terkoreksi, Ketegangan Timu…
Oil
- US$110,82 per barel, sementara WTI turun 2% ke US$101,19 per barel
- senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin
- Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh
- bagi serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya
- memperingatkan bahwa bursa energi pada 2027 belum tentu kembali ke kondisi
Harga minyak melemah pada
Senin(26/10) setelah mencatat kenaikan kuat sepanjang pekan di awal, namun
masih bertahan dekat level tertinggi dalam enam bulan. Brent turun -6.24% ke
US$110,82 per barel, sementara WTI turun 2% ke US$101,19 per barel
US$110,82 per barel, sementara WTI turun 2% ke US$101,19 per barel. Koreksi
terjadi di tengah harapan meredanya ketegangan AS-Iran, meski serangan kepada
fasilitas dan infrastruktur Arab Saudi masih membuat market waspada.
Upaya diplomasi kembali merupakan
perhatian setelah mediator dari Qatar menuju Tehran untuk membantu meredakan
ketegangan regional dalam koordinasi dengan Amerika Serikat. Para pejabat
senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin
senior Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga dijadwalkan bertemu dengan pemimpin
Iran. Perkembangan tersebut memunculkan harapan bahwa jalur diplomasi dapat
mengurangi risiko gangguan pasokan energi.
Namun, risiko pasokan belum
sepenuhnya mereda karena serangan Houthi terus berlanjut sepanjang akhir pekan.
Kelompok tersebut mengklaim menyerang stasiun pemompaan pipa minyak mentah
Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh
Timur-Barat Arab Saudi serta Bandara Riyadh. Arab Saudi juga melaporkan
berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone, sehingga risiko kepada
infrastruktur energi masih merupakan perhatian peringkat.
Gangguan terhadap pelayaran
komersial di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb juga terus membayangi peringkat
energi. Data Washington Institute memaparkan Oktober merupakan periode terburuk
bagi serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya
bagi serangan kepada kapal komersial di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.
Kondisi ini berpotensi menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi meskipun
harga minyak mengalami koreksi.
Di sisi lain, Saudi Aramco
berencana mulai menyimpan minyak mentah di Singapura pada paruh kedua 2027
untuk memperkuat ketahanan rantai pasok regional. Kepala IEA Fatih Birol juga
memperingatkan bahwa bursa energi pada 2027 belum tentu kembali ke kondisi
memperingatkan bahwa bursa energi pada 2027 belum tentu kembali ke kondisi
sebelum perang Iran. Dengan demikian, koreksi minyak sekarang masih berpotensi
terbatas selama risiko serangan dan gangguan pasokan belum benar-benar mereda.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
