Emas Jebol US$4.020, Ada Apa dengan Gold?

🏠 Beranda › Berita › Emas Jebol US$4.020, Ada Apa dengan Gold…
Gold
- memanas, kondisi yang biasanya meningkatkan permintaan kepada komoditas aman
- mematikan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran kepada keamanan pasokan
- timur Arab Saudi, sementara sebuah drone dilaporkan berhasil dicegat ketika
- Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama
- berbunga seperti obligasi pemerintah AS merupakan relatif lebih menarik
- pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026
- masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember
- pengetatan kebijakan The Fed belum mereda
- Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan
Harga emas dunia kembali
mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat (23/10/2026), dengan emas spot
(XAU/USD) merosot ke sekitar US$4.025 per troy ounce pada awal sesi Asia.
Penurunan tersebut membawa emas ke level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir,
sekaligus memperpanjang tekanan jual di market logam mulia. Menariknya,
pelemahan emas terjadi ketika ketegangan geopolitik Timur Tengah semakin
memanas, kondisi yang biasanya meningkatkan permintaan kepada komoditas aman
memanas, kondisi yang biasanya meningkatkan permintaan kepada komoditas aman.
Lonjakan harga minyak dunia
merupakan salah satu faktor utama yang membebani gerakan emas. Serangan
mematikan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran kepada keamanan pasokan
mematikan di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran kepada keamanan pasokan
energi mancanegara dan memicu risiko lonjakan inflasi akibat kenaikan biaya bahan bakar.
Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang sebuah bandara di wilayah
timur Arab Saudi, sementara sebuah drone dilaporkan berhasil dicegat ketika
timur Arab Saudi, sementara sebuah drone dilaporkan berhasil dicegat ketika
berupaya menyerang fasilitas pengolahan milik Saudi Aramco di ladang minyak
Shaybah. Ketegangan tersebut membuat bursa semakin khawatir kepada potensi
gangguan distribusi energi.
Kenaikan harga minyak berpotensi
memperbesar tekanan inflasi Amerika Serikat, sehingga meningkatkan kemungkinan
Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama
Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Kondisi ini merupakan psikologi pasar negatif bagi emas karena logam mulia tidak
memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga diestimasi tetap tinggi, instrumen
berbunga seperti obligasi pemerintah AS merupakan relatif lebih menarik
berbunga seperti obligasi pemerintah AS merupakan relatif lebih menarik, sehingga
dapat mengurangi minat investor untuk memegang emas.
Perhatian investor kini tertuju
pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026
pada pertemuan kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026. Berdasarkan CME
FedWatch Tool yang dikutip dalam laporan tersebut, probabilitas The Fed
mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober mencapai 92,8%. Namun, market
masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember
masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember. Ketua The
Fed Kevin Warsh sejak lama juga belum memberikan petunjuk pasti mengenai
keputusan Oktober, meskipun data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan
tetap merupakan perhatian utama bank sentral.
Ke depan, ayunan emas kemungkinan masih
menghadapi tekanan selama harga minyak bertahan tinggi dan ekspektasi
pengetatan kebijakan The Fed belum mereda
pengetatan kebijakan The Fed belum mereda. Jika tekanan jual berlanjut, level
psikologis US$4.000 berpotensi merupakan perhatian berikutnya bagi pelaku peringkat.
Sebaliknya, meredanya kekhawatiran inflasi atau munculnya sinyal kebijakan The
Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan
Fed yang lebih lunak dapat membuka peluang pemulihan. Kini pertanyaan terbesar
market adalah apakah emas mampu bertahan di atas US$4.000 atau justru melanjutkan
penurunan menjelang keputusan suku bunga AS pekan depan.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
