Friday, 23 October 2026 Terdaftar & diawasi Bappebti · Anggota BBJ & KBI
BESTPROFIT SURABAYA NEWS Surabaya · Pialang Berjangka
Info Pasar
Harga & data pasar diperbarui resmi di situs korporat
Data harga real-time → Sumber resmi · bukan ajakan transaksi
NEWS

Emas Terjun Bebas! Harga Jebol $4050, Terendah Dua Bulan

Emas Terjun Bebas! Harga Jebol $4050, Terendah Dua Bulan
Emas Terjun Bebas! Harga Jebol $4050, Terendah Dua Bulan

🏠 Beranda › Berita › emas Terjun Bebas! Harga Jebol $4050, Te…

Gold

📅 2026-10-22   🕐 22:23   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas dunia kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis (22/10/2026), merosot ke level terendah dalam lebih dari dua bulan terakhir. Emas spot (XAU/USD) sempat anjlok hingga 2,3% dan diperdagangkan di bawah US$4.050 per troy ounce, bersamaan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga minyak dunia. Minyak mentah Brent kembali menembus US$110 per barel setelah serangan mematikan kepada fasilitas energi Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan Timur Tengah. Ketegangan tersebut semakin meningkat setelah Amerika Serikat memerintahkan sebagian personel kedutaan dan keluarga mereka meninggalkan Arab Saudi sebagai langkah antisipasi keamanan.

Tekanan kepada emas semakin besar karena kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat Federal Reserve. Sejak konflik Amerika Serikat dan Iran meletus pada akhir Februari, harga emas terus menghadapi tekanan akibat tingginya inflasi energi dan meningkatnya biaya pinjaman. Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga dan imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat logam mulia yang tidak memberikan bunga merupakan kurang menarik. Di sisi lain, pelemahan market saham mancanegara akibat kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan (AI) turut meningkatkan volatilitas pasar keuangan, sehingga memperbesar tekanan terhadap berbagai instrumen investasi.

Kata Alex Carrier, manajer portofolio DNCA Finance, peringkat logam mulia tengah mengalami fase kapitulasi, yakni kondisi ketika tekanan jual meningkat tajam karena semakin banyak investor melepas posisi mereka. Ia memperkirakan volatilitas emas masih berpotensi bertahan setidaknya hingga pertemuan Federal Reserve pada 27–28 Oktober mendatang. Pelaku pasar kini mencermati arah kebijakan suku bunga AS, koreksi harga minyak, serta kondisi pasar obligasi untuk menentukan prospek emas selanjutnya. Jika The Fed memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih diperlukan guna mengendalikan inflasi, tekanan kepada emas berpotensi berlanjut. Sebaliknya, pernyataan yang lebih lunak dari perkiraan dapat membuka peluang pemulihan harga.

Penurunan emas hingga ke bawah US$4.050 menjelaskan bahwa tekanan bearish semakin kuat dan bursa mulai menghadapi fase penjualan yang agresif. Lonjakan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi suku bunga tinggi merupakan faktor utama yang membatasi daya tarik emas.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

📰 Sumber asli: newsmaker

Sumber

Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.

Peringatan Risiko

Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.

Berita Terkait

Mulai dari akun demo — tanpa risiko

Latih strategi dengan harga pasar sebelum membuka akun real.