Emas Berbalik Menguat, Penurunan Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi

🏠 Beranda › Berita › emas Berbalik Menguat, Penurunan Minyak …
Gold
Emas Berbalik Menguat, Penurunan Minyak Redakan Kekhawatiran inflasi
- terjadi iring-iringan penurunan harga minyak mentah yang berpotensi meredakan
- meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed)
- lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah
- berkurang sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan
- sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven
- pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang
- harga emas dalam jangka pendek
- kebijakan The Fed kembali meningkat, kenaikan emas berisiko tertahan dan
Harga emas dunia kembali memaparkan penguatan
pada perdagangan Selasa malam (20/10), setelah sejak awal mengalami tekanan
jual hingga bergerak di sekitar US$4.120 per troy ounce. Pemulihan harga emas
terjadi iring-iringan penurunan harga minyak mentah yang berpotensi meredakan
terjadi iring-iringan penurunan harga minyak mentah yang berpotensi meredakan
kekhawatiran kepada tekanan inflasi Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut
memberikan psikologi pasar positif bagi logam mulia setelah sejak lama tertekan oleh
meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed)
meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).
Penurunan harga minyak merupakan
salah satu faktor yang berpotensi mendukung pemulihan emas. Sejak lama,
lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah
lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah
sempat memicu kekhawatiran kepada kenaikan biaya energi dan inflasi dunia.
Namun, ketika harga minyak mulai mengalami penurunan, tekanan inflasi ditaksir dapat
berkurang sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan
berkurang sehingga membuka peluang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan
moneter yang lebih akomodatif. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah
cenderung menguntungkan emas karena dapat mengurangi daya tarik komoditi berbasis
imbal hasil seperti obligasi pemerintah AS.
Di sisi lain, ketidakpastian
peringkat keuangan dunia turut memberikan dukungan kepada permintaan emas
sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven
sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven. Tekanan pada saham-saham teknologi
Wall Street, terutama sektor kecerdasan buatan (AI), meningkatkan kewaspadaan
investor kepada komoditas berisiko. Meski demikian, perhatian market masih tertuju
pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang
pada pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober mendatang. Investor akan mencermati
petunjuk mengenai arah suku bunga AS hingga akhir tahun, terutama di tengah
ketidakpastian inflasi dan perkembangan geopolitik internasional.
Newsmaker mencermati bahwa
kombinasi penurunan harga minyak, potensi meredanya tekanan inflasi, serta
meningkatnya kehati-hatian investor dapat merupakan faktor pendukung pemulihan
harga emas dalam jangka pendek
harga emas dalam jangka pendek. Jika pelemahan minyak turut diikuti penurunan
imbal hasil obligasi dan dolar AS, emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju
area psikologis US$4.200 per troy ounce. Namun, apabila ekspektasi pengetatan
kebijakan The Fed kembali meningkat, kenaikan emas berisiko tertahan dan
kebijakan The Fed kembali meningkat, kenaikan emas berisiko tertahan dan
tekanan jual dapat kembali muncul.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
📰 Sumber asli: newsmaker
Panduan & Informasi Resmi
Sumber
Artikel ini mengutip laporan newsmaker . Judul dan penyuntingan disesuaikan untuk pembaca Indonesia.
Peringatan Risiko
Perdagangan berjangka komoditi berisiko tinggi dan dapat menyebabkan kerugian melebihi dana awal. Materi ini bersifat informasi, bukan rekomendasi atau ajakan bertransaksi.
