Emas Terjun ke US$4.135! Ada Sinyal Bahaya bagi Gold?

🏠 Beranda › Berita › emas Terjun ke US$4.135! Ada Sinyal Baha…

Gold

Emas Terjun ke US$4.135! Ada Sinyal Bahaya bagi Gold?

📅 2026-10-20   🕐 06:46   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X
📑 Daftar Isi ▼

Harga emas dunia kembali

mengalami tekanan tajam pada perdagangan Selasa (20/10/2026), setelah turun

menembus level US$4.150 per troy ounce. Emas spot (XAU/USD) merosot ke sekitar

US$4.135 pada awal sesi perdagangan Asia

US$4.135 pada awal sesi perdagangan Asia, memperpanjang pelemahan setelah sejak awal

sempat menyiratkan pemulihan. Penurunan ini terutama dipicu oleh meningkatnya

imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang membuat emas kehilangan

sebagian daya tariknya di mata investor, meskipun harga energi dunia mulai

sebagian daya tariknya di mata investor, meskipun harga energi dunia mulai

menunjukkan penurunan.

Tekanan terhadap emas semakin

besar setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan di berbagai

besar setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan di berbagai

tenor. Yield Treasury dua tahun naik lebih dari 3 basis poin merupakan 4,778%,

sementara yield obligasi sepuluh tahun meningkat lebih dari 4 basis poin ke

level 5,144%. Sementara itu, yield obligasi tiga puluh tahun turut naik lebih

dari 4 basis poin merupakan 5,476%. Kenaikan tersebut membuat obligasi pemerintah

AS semakin menarik karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi, sedangkan emas

tidak memberikan bunga

tidak memberikan bunga. Akibatnya, sebagian investor berpotensi mengalihkan

dana dari emas menuju instrumen berbunga.

Selain faktor kebijakan moneter

Amerika Serikat, gejolak politik di Eropa turut memengaruhi peringkat obligasi

Amerika Serikat, gejolak politik di Eropa turut memengaruhi peringkat obligasi

dunia. Kerusuhan yang meluas di Prancis sepanjang akhir pekan sejak lama

memicu aksi jual obligasi pemerintah negara tersebut. Tekanan pada bursa obligasi

Eropa ikut meningkatkan kekhawatiran investor kepada stabilitas keuangan

Eropa ikut meningkatkan kekhawatiran investor kepada stabilitas keuangan

mancanegara dan merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kenaikan yield

obligasi AS. Situasi ini menjelaskan bahwa tekanan kepada emas tidak hanya

berasal dari kondisi ekonomi Amerika, tetapi juga dipengaruhi perubahan

berasal dari kondisi ekonomi Amerika, tetapi juga dipengaruhi perubahan

suasana pasar market keuangan internasional.

Di sisi lain, investor masih

mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan pada

mencermati arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan pada

27–28 Oktober. Pada September lalu, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25

basis poin, yang merupakan kenaikan pertama sejak 2023. Namun, pernyataan Ketua

The Fed Kevin Warsh yang tidak memberikan sinyal kenaikan bunga lanjutan

The Fed Kevin Warsh yang tidak memberikan sinyal kenaikan bunga lanjutan

membuat peringkat memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada

Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menahan suku bunga mencapai

sekitar 82,8%, meskipun data inflasi AS terbaru memaparkan tekanan harga yang

sekitar 82,8%, meskipun data inflasi AS terbaru memaparkan tekanan harga yang

masih tinggi.

Ke depan, harga emas ditaksir

tetap sensitif kepada ayunan yield Treasury AS, dolar, dan perubahan

tetap sensitif kepada ayunan yield Treasury AS, dolar, dan perubahan

ekspektasi suku bunga The Fed. Secara teknikal, area US$4.150 yang sejak lama

merupakan batas penting kini berpotensi berperan sebagai resistance terdekat,

sementara kawasan US$4.120 hingga US$4.100 merupakan area penurunan berikutnya

sementara kawasan US$4.120 hingga US$4.100 merupakan area penurunan berikutnya

yang perlu diperhatikan. Apabila yield obligasi terus meningkat, tekanan jual

kepada emas berisiko berlanjut. Sebaliknya, jika yield mulai turun dan bursa

semakin yakin The Fed mempertahankan suku bunga, emas berpeluang kembali pulih

semakin yakin The Fed mempertahankan suku bunga, emas berpeluang kembali pulih.

Pertanyaan besarnya, apakah penurunan ini hanya koreksi sementara atau awal

dari tekanan yang lebih dalam menuju US$4.100?

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF