🏠 Beranda › Berita › emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Ke…

Gold

Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Fed

📅 2026-10-16   🕐 19:40   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas menguat tipis pada perdagangan Jumat (16/10) iring-iringan pelemahan dolar AS memberikan dukungan kepada logam mulia. Spot gold naik 0,2% ke US$4.176,92 per troy ounce pada pukul 11.20 GMT, meski masih turun sekitar 0,4% sepanjang pekan. Sementara itu, emas futures untuk pengiriman Desember naik 0,7% ke US$4.198,10 per troy ounce.

Dolar AS berada di jalur penurunan mingguan pertama dalam lima pekan, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar merupakan lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengenai kekuatan ekonomi AS juga tidak memberikan petunjuk baru mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.

Market kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, sementara peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 91% berdasarkan CME FedWatch. Ekspektasi tersebut tetap merupakan perhatian karena data PPI AS pada Kamis memaparkan harga produsen meningkat paling cepat dalam 4,5 tahun, setelah data CPI sehari di awal juga menunjukkan percepatan inflasi pada September.

Kenaikan inflasi merupakan tantangan bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik instrumen yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, penurunan dolar dan yield Treasury berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Analis ANZ bahkan menilai penurunan yield dan dolar dapat membuka peluang emas melanjutkan kenaikan hingga di atas US$5.000 per troy ounce pada 2027.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan reksa dana besar di India menerbitkan pemberitahuan pada Kamis malam mengenai penghentian sementara pembelian dalam jumlah besar pada produk exchange-traded fund (ETF) emas. Langkah tersebut merupakan perkembangan lain yang diperhatikan pelaku market di tengah tingginya minat kepada logam mulia.

Ulasan Newsmaker: Penguatan emas kini lebih banyak ditopang oleh pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober. Namun, ruang kenaikan masih berhadapan dengan inflasi AS yang tetap panas, terutama setelah PPI mencatat kenaikan tertinggi dalam 4,5 tahun. Jika yield Treasury dan dolar kembali menguat, emas berpotensi menghadapi tekanan. Sebaliknya, apabila The Fed tetap menahan suku bunga pada Oktober dan tekanan kepada dolar berlanjut, momentum rebound emas berpeluang semakin kuat.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF