🏠 Beranda › Berita › emas Anjlok 1,8%, CPI Panas Tekan Harga …
Gold
Emas Anjlok 1,8%, CPI Panas Tekan Harga Emas
Harga emas kembali turun tajam pada perdagangan Rabu (14/10), memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Spot gold turun 1,8% ke US$4.083,94 per troy ounce, level terendah sejak 7 Oktober, sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 1,7% ke US$4.107,90.
Tekanan kepada emas meningkat setelah data CPI AS menyiratkan inflasi naik 0,6% pada September, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi yang masih berada di atas target.
Market langsung menyesuaikan ekspektasi kebijakan The Fed setelah rilis data tersebut. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada Oktober meningkat merupakan sekitar 42%, dari sekitar 22% sebelum data CPI dirilis. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 93%.
Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan kepada emas
Penguatan dolar AS turut memberikan tekanan kepada emas. Indeks Dolar AS naik sekitar 0,5%, membuat emas yang dihargai dalam dolar merupakan lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Yield Treasury AS 10 tahun juga meningkat, semakin mengurangi daya tarik emas sebagai komoditi yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, risiko geopolitik masih merupakan faktor yang berpotensi memberikan dukungan kepada emas. Harga minyak naik setelah serangan terhadap kantor pusat perusahaan minyak Arab Saudi serta meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Namun, kenaikan risiko inflasi akibat energi justru dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Ulasan Newsmaker: Koreksi emas di tengah lebih banyak didorong oleh perubahan ekspektasi suku bunga setelah CPI AS yang panas. Selama dolar dan yield Treasury tetap naik, tekanan kepada Gold masih berpotensi berlanjut. Namun, penurunan tajam juga membuka peluang rebound apabila bursa mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga atau risiko geopolitik kembali meningkatkan permintaan safe haven. Area US$4.000 merupakan level psikologis penting untuk diperhatikan setelah Gold turun di bawah US$4.100.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
