Harga Minyak Lompat 4%, Dua Hal Ini Jadi Biang Keroknya!

🏠 Beranda › Berita › Harga minyak Lompat 4%, Dua Hal Ini Jadi…

Harga Minyak Lompat 4%, Dua Hal Ini Jadi Biang Keroknya!

📅 2026-10-09   🕐 09:00   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Detik Finance💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak dunia naik 4% pada penutupan perdagangan Kamis (8/10). Kenaikan ini dipicu kekhawatiran bursa kepada konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan pasokan akibat badai yang mendekati Pantai Teluk Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent ditutup naik 4,1% atau sekitar US$ 4,08 merupakan menjadi $104,28. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,6% atau sekitar US$ 3,21 menjadi US$ 91,49.

Dalam perdagangan intraday, kedua acuan harga minyak mentah dunia itu bahkan sempat melonjak hingga US$ 5 per barel, mencapai level tertinggi sejak 29 September. Kenaikan ini dipicu kekhawatiran peringkat kepada potensi serangan AS ke Iran serta Badai Isaias yang ditaksir terjadi hari ini, Jumat (9/10).

Sejak awal, harga minyak sempat merosot usai Presiden AS Donald Trump mengaku tengah berdiskusi dengan Iran. Saat itu Trump menjamin tidak ada serangan atas Iran hingga pemilihan paruh waktu di AS selesai.

Sementara Iran, dikabarkan tengah meninjau tanggapan AS kepada proposalnya untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan akan memberikan jawaban atas tanggapan tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Meski begitu, AS tetap menjatuhkan sanksi baru kepada Iran Kamis lalu. Sanksi ini berlaku terhadap individu, jaringan, dan 17 kapal yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia Iran.

Di sisi lain, Prancis dan Arab Saudi dikabarkan tengah mengkaji opsi untuk menerjunkan instrumen militernya untuk membantu melindungi terminal minyak Yanbu. Suriah juga disebut mempertimbangkan untuk memberi bantuan militer kepada Arab Saudi dalam konfliknya dengan Houthi.

Opsi yang sedang dipertimbangkan Suriah mencakup bantuan defensif atau pengerahan pasukan dalam kapasitas ofensif untuk membantu pasukan Yaman yang didukung Saudi.

Harga minyak dunia turun setelah Badan Energi Internasional (IEA) menyepakati percepatan pelepasan cadangan minyak dan memprioritaskan pasokan diesel. Langkah ini diambil saat sejumlah pemerintah menghadapi lonjakan harga bahan bakar dan gangguan pasokan akibat perang.

Sementara itu, ancaman kepada pengiriman minyak di Teluk dan Selat Hormuz meningkat pada Oktober. Sebelum perang, jalur tersebut dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan bahan bakar dunia.

Pekan lalu, serangan kepada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak perang dimulai. Namun begitu, negara-negara produsen di kawasan Teluk disebut mulai meningkatkan ekspor.

"Frekuensi serangan Iran kepada kapal kini berada pada titik tertinggi sejak perang dimulai, dan kemungkinan akan semakin meningkat," kata kepala energi MST Marquee, Saul Kavonic, dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2026).

Di sisi lain, Badai Isaias dikabarkan bergerak menuju area produksi lepas pantai AS yang mendorong sejumlah perusahaan untuk menutup anjungan. Produsen minyak dan gas (migas) di Teluk Meksiko AS juga dikabarkan telah menghentikan produksi sekitar 1,3 juta barel per hari atau sekitar 62,9% dari produksi minyak.

Kemudian pada Rabu (7/10) perusahaan seperti Shell dan Chevron mengaku telah mengurangi operasi lepas pantai di Teluk. Aementara BP menyatakan telah memberhentikan seluruh personel dan menghentikan produksi di platform Na Kika dan Thunder Horse.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Detik Finance

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF