Gold Rebound ke US$4.200, The Fed Masih Jadi Penghalang

🏠 Beranda › Berita › Gold Rebound ke US$4.200, The Fed Masih …

Gold

Gold Rebound ke US$4.200, The Fed Masih Jadi Penghalang

📅 2026-10-09   🕐 14:03   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) mempertahankan momentum penguatan menuju sesi Eropa pada Jumat (9/10), dengan harga bergerak di sekitar US$4.200 per troy ons dan mendekati level tertinggi dalam sepekan. Penguatan ini merupakan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut setelah emas di awal tertekan hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan. Pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi katalis utama yang kembali menarik minat pembeli kepada emas.

Dolar AS terus menjauh dari level tertinggi sejak April 2025 setelah yield Treasury mulai terkoreksi. Lelang obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun yang mendapat respons positif dari investor turut mendorong penurunan yield, sehingga memberikan ruang bagi emas untuk naik. Selain itu, pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Amerika Serikat tidak akan melanjutkan serangan militer kepada Iran sebelum pemilu sela pada 3 November membantu meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik dan menahan harga minyak. Kondisi tersebut turut mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi berbasis energi.

Meski demikian, risiko geopolitik masih merupakan perhatian market. Ketegangan terkait program nuklir Iran belum sepenuhnya mereda setelah Wakil Presiden AS JD Vance meminta Iran melakukan pengurangan signifikan kepada kapasitas pengayaan uraniumnya, sementara Kepala Badan Energi Atom Iran Mohammad Eslami menolak tuntutan tersebut. Konflik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya pertempuran antara kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dan koalisi pimpinan Arab Saudi, juga membuat premi risiko geopolitik tetap tertanam dalam harga emas.

Dari sisi kebijakan moneter

Dari sisi kebijakan moneter, prospek emas masih menghadapi tantangan dari sikap hawkish The Fed. Pelaku bursa masih memperkirakan peluang lebih dari 80% bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut berpotensi membatasi penguatan emas apabila dolar kembali mendapatkan dukungan dari ekspektasi pengetatan kebijakan moneter.

Ulasan Newsmaker: Rebound emas menuju US$4.200 di tengah lebih banyak didukung oleh pelemahan dolar dan yield Treasury, sementara risiko geopolitik memberikan tambahan permintaan sebagai komoditi safe haven. Namun, kenaikan masih menghadapi hambatan dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang tetap tinggi. Dalam jangka pendek, kemampuan emas mempertahankan area US$4.200 akan merupakan perhatian penting. Jika yield dan dolar terus turun, ruang pemulihan emas dapat terbuka lebih lebar. Sebaliknya, penguatan kembali dolar dan yield akibat data ekonomi AS yang solid atau sinyal hawkish The Fed berpotensi membatasi rebound. Market selanjutnya akan mencermati data awal University of Michigan mengenai suasana pasar konsumen dan ekspektasi inflasi AS sebagai katalis berikutnya. (asd)

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF