🏠 Beranda › Berita › Harga emas Menguat, Turunnya Minyak Reda…
Gold
Harga Emas Menguat, Turunnya Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi
- kembali meningkatnya aliran pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah
- Kpler mencatat rata-rata gerakan tujuh hari ekspor minyak mentah dari
- berada di atas level sebelum pecahnya perang Iran pada akhir Februari selama 14
- risiko serangan kepada kapal tanker dan kapal komersial masih membayangi
- Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting dunia karena
- kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang bersekutu dengan
- juga didukung komitmen negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk melepas cadangan
- sentral untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif juga berpotensi
Harga emas berbalik menguat pada
perdagangan Selasa, sejalan penurunan harga minyak yang membantu meredakan
kekhawatiran market kepada tekanan inflasi berbasis energi. Optimisme mengenai
kembali meningkatnya aliran pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah
kembali meningkatnya aliran pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah
turut menekan harga energi dan mengurangi kekhawatiran bahwa bank sentral perlu
segera memperketat kebijakan moneter.
Pada pukul 04.52 ET atau 08.52
GMT, harga emas spot naik sekitar 0,3% merupakan $4.151,89 per troy ounce.
Sementara itu, emas berjangka menguat 0,5% ke level $4.179,15 per troy ounce.
Psikologi pasar market membaik setelah
data pengiriman yang dikutip Reuters menjelaskan eksportir minyak Teluk mampu
melampaui tingkat ekspor sebelum perang selama sekitar separuh September. Data
Kpler mencatat rata-rata gerakan tujuh hari ekspor minyak mentah dari
Kpler mencatat rata-rata gerakan tujuh hari ekspor minyak mentah dari
kawasan tersebut mencapai 18,3 juta barel per hari pada 30 September.
Volume ekspor bahkan tercatat
berada di atas level sebelum pecahnya perang Iran pada akhir Februari selama 14
berada di atas level sebelum pecahnya perang Iran pada akhir Februari selama 14
hari sepanjang September. Kondisi ini meningkatkan harapan bahwa pasokan minyak
mentah dari kawasan Teluk mulai kembali mengalir ke peringkat internasional, meskipun
risiko serangan kepada kapal tanker dan kapal komersial masih membayangi
risiko serangan kepada kapal tanker dan kapal komersial masih membayangi.
Gangguan pasokan sebelumnya
meningkat setelah Iran nyaris menutup Selat Hormuz menyusul pecahnya perang.
Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting dunia karena
Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting dunia karena
sebelum konflik sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair internasional
melewatinya. Konflik kemudian meluas ke kawasan lain, termasuk Yaman, tempat
kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang bersekutu dengan
kelompok Houthi yang didukung Iran dan pasukan pemerintah yang bersekutu dengan
Arab Saudi memperebutkan pengaruh di sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Meredanya kekhawatiran pasokan
juga didukung komitmen negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk melepas cadangan
juga didukung komitmen negara-negara Kelompok Tujuh (G7) untuk melepas cadangan
energi darurat. Kombinasi peningkatan aliran minyak dari Teluk dan tambahan
pasokan tersebut membuat harga Brent bergerak turun ke sekitar $99,50 per
Bagi emas, pelemahan harga minyak
merupakan kondisi pasar positif karena tekanan energi yang lebih rendah dapat membantu
menekan risiko inflasi. Jika kekhawatiran inflasi mereda, kebutuhan bank
sentral untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif juga berpotensi
sentral untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif juga berpotensi
berkurang. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi emas untuk kembali
mendapatkan dukungan setelah sejak lama menghadapi tekanan dari ekspektasi suku
bunga yang lebih tinggi.(mrv)*
Source : Newsmaker.ida
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
