🏠 Beranda › Berita › Minyak Bergerak Volatil, Pemulihan Pasok…

Oil

Minyak Bergerak Volatil, Pemulihan Pasokan Timur Tengah Redam Risiko Perang

📅 2026-10-05   🕐 18:15   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga minyak menyiratkan gerakan

yang sangat volatil. Brent berada di US$102,30 per barel, naik tipis 5 sen,

sedangkan WTI berada di US$92,62 per barel, turun 0,5%. Keduanya sempat jatuh

lebih dari 1% pada awal perdagangan. Reuters

Tekanan utama datang dari

pulihnya pasokan Timur Tengah. Ekspor minyak kawasan tersebut mencapai

rata-rata sekitar 18,3 juta barel per hari pada akhir September, bahkan sudah

rata-rata sekitar 18,3 juta barel per hari pada akhir September, bahkan sudah

melewati tingkat sebelum perang pada beberapa hari. Arab Saudi merupakan salah satu

pendorong utama kenaikan ekspor tersebut. Reuters

Selain itu, negara-negara G7

sepakat melepas 100 juta barel minyak mentah dan diesel dari cadangan darurat.

Langkah ini membuat kekhawatiran peringkat kepada kelangkaan suplai sedikit

mereda dan merupakan faktor bearish untuk minyak

mereda dan merupakan faktor bearish untuk minyak. Reuters

Arab Saudi juga memberi tekanan

tambahan setelah Saudi Aramco secara mengejutkan memangkas harga jual minyak

untuk Asia pada pengiriman November ke level terendah enam tahun

untuk Asia pada pengiriman November ke level terendah enam tahun. Ini

memperkuat persepsi bahwa pasokan ke market Asia sedang membaik. Reuters

Tapi minyak belum bisa dibilang

bearish sepenuhnya

bearish sepenuhnya. Risiko geopolitik masih sangat tinggi. Houthi mengklaim

melakukan serangan rudal dan drone kepada fasilitas Saudi Aramco di Riyadh

dan Khurais, sementara serangan kepada kapal tanker di sekitar Selat Hormuz

juga meningkat

juga meningkat. Sedikitnya tujuh insiden kepada kapal dilaporkan dalam

sepekan terakhir. Reuters

Jadi gambaran market saat ini

cukup menarik: supply recovery + pelepasan cadangan G7 = tekanan turun,

cukup menarik: supply recovery + pelepasan cadangan G7 = tekanan turun,

sementara perang Iran, serangan Houthi, risiko Hormuz, dan ketatnya stok produk

energi = penahan penurunan. Bahkan CEO Saudi Aramco Amin Nasser menuturkan

pengisian kembali persediaan minyak internasional yang telah terkuras bisa memerlukan

hingga dua tahun, sehingga fundamental suplai jangka menengah masih ketat.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures
📖 Baca juga: Glossarium Trading

By IT EF