🏠 Beranda › Berita › Minyak Bertahan Tinggi, Risiko Eskalasi …
Oil
Minyak Bertahan Tinggi, Risiko Eskalasi AS–Iran Kembali Bayangi Pasokan
- sekitar US$93 per barel
- kemungkinan penambahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk
- meningkatkan risiko eskalasi apabila konflik dengan Iran kembali meluas
- belum sepenuhnya aman
- menyoroti kerentanan salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia
- meskipun pasokan produk bahan bakar masih relatif ketat
- menyiratkan perbaikan yang jelas, harga minyak berpotensi tetap bertahan tinggi
Harga minyak bergerak relatif
stabil setelah mencatat kenaikan selama dua sesi sejak awal. Brent untuk
pengiriman Desember bertahan di atas US$102 per barel, sementara WTI berada di
sekitar US$93 per barel
sekitar US$93 per barel, bersamaan peringkat menimbang pemulihan pasokan Timur Tengah
dengan meningkatnya kembali risiko geopolitik.
Perhatian investor tertuju pada
kemungkinan penambahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk
kemungkinan penambahan kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Pentagon dilaporkan mempertimbangkan pengerahan satu gugus tugas kapal induk
tambahan serta sekitar 10.000 personel Angkatan Laut dan Marinir, yang dapat
meningkatkan risiko eskalasi apabila konflik dengan Iran kembali meluas
meningkatkan risiko eskalasi apabila konflik dengan Iran kembali meluas.
Gerakan minyak masih sangat
volatil karena arus pasokan Timur Tengah mulai menjelaskan pemulihan, tetapi
belum sepenuhnya aman
belum sepenuhnya aman. Brent terekam masih hampir 70% lebih tinggi sepanjang
tahun, sementara persediaan yang rendah membuat peringkat tetap sensitif kepada
gangguan baru.
Risiko pelayaran turut meningkat
setelah UK Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker terkena
proyektil tidak dikenal ketika melintasi Selat Hormuz. Insiden tersebut kembali
menyoroti kerentanan salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia
menyoroti kerentanan salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia.
Di sisi lain, pasokan minyak
mentah kawasan sejak lama dilaporkan telah mendekati kondisi sebelum perang,
meskipun pasokan produk bahan bakar masih relatif ketat
meskipun pasokan produk bahan bakar masih relatif ketat. Iran juga disebut
tidak melakukan pemuatan minyak mentah ke kapal tanker sepanjang September,
menambah indikasi bahwa akses ekspornya tetap terbatas.
Ulasan Newsmaker: Peringkat minyak
kini berada di antara pemulihan pasokan dan meningkatnya kembali premi risiko
geopolitik. Selama ketegangan AS–Iran dan keamanan Selat Hormuz belum
menyiratkan perbaikan yang jelas, harga minyak berpotensi tetap bertahan tinggi
menyiratkan perbaikan yang jelas, harga minyak berpotensi tetap bertahan tinggi
dan mudah mengalami lonjakan apabila muncul gangguan baru kepada
infrastruktur atau jalur pengiriman energi.(gn)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
