🏠 Beranda › Berita › Minyak Bertahan Tinggi, Krisis BBM Jadi …
Oil
Minyak Bertahan Tinggi, Krisis BBM Jadi Perhatian
- kawasan Timur Tengah dalam sepekan terakhir melalui Selat Hormuz maupun jalur
- Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan jangka panjang yang dapat
- Information Administration (EIA) menyiratkan persediaan distilat berada pada
- kemungkinan pembatasan ekspor diesel oleh pemerintah AS yang berpotensi
- keberlanjutan pemulihan aliran minyak Timur Tengah dan perkembangan negosiasi
- meningkat atau gangguan logistik berlanjut, premi risiko geopolitik berpotensi
Harga minyak mentah bergerak
stabil pada perdagangan Kamis (01/10)setelah melonjak pada sesi sejak awal,
sejalan investor menilai keberlanjutan pemulihan aliran minyak dari kawasan
Timur Tengah. Kontrak Brent untuk pengiriman Desember diperdagangkan di sekitar
US$98 per barel setelah sejak lama naik 1,9%, sementara West Texas Intermediate
(WTI) berada di kisaran US$90 per barel.
Pemulihan pasokan mulai terlihat
setelah aliran minyak mentah dari Timur Tengah mendekati level sebelum konflik.
Goldman Sachs memperkirakan sekitar 23 juta barel minyak per hari keluar dari
kawasan Timur Tengah dalam sepekan terakhir melalui Selat Hormuz maupun jalur
kawasan Timur Tengah dalam sepekan terakhir melalui Selat Hormuz maupun jalur
ekspor alternatif seperti Laut Merah. Namun, pemulihan tersebut belum
sepenuhnya terjadi pada pasokan produk bahan bakar, sehingga peringkat masih
menghadapi kondisi pasokan yang ketat.
Ketidakpastian geopolitik tetap
merupakan faktor utama yang membatasi penurunan harga lebih dalam. Amerika
Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan jangka panjang yang dapat
Serikat dan Iran belum mencapai kesepakatan jangka panjang yang dapat
memastikan pembukaan penuh Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan
Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut dan akan
segera memberikan respons kepada Iran.
Di sisi lain, kondisi bursa bahan
bakar AS turut memberikan dukungan kepada harga minyak. Data Energy
Information Administration (EIA) menyiratkan persediaan distilat berada pada
Information Administration (EIA) menyiratkan persediaan distilat berada pada
level musiman terendah yang pernah menempuh, sementara persediaan bensin di
wilayah Midwest AS juga mencapai rekor terendah. Bursa turut mencermati
kemungkinan pembatasan ekspor diesel oleh pemerintah AS yang berpotensi
kemungkinan pembatasan ekspor diesel oleh pemerintah AS yang berpotensi
memengaruhi keseimbangan pasokan bahan bakar internasional.
Ke depan, arah harga minyak akan bergantung pada
keberlanjutan pemulihan aliran minyak Timur Tengah dan perkembangan negosiasi
keberlanjutan pemulihan aliran minyak Timur Tengah dan perkembangan negosiasi
AS-Iran. Jika pasokan terus meningkat dan risiko di Selat Hormuz mereda,
tekanan kepada harga dapat berkurang. Namun, apabila konflik kembali
meningkat atau gangguan logistik berlanjut, premi risiko geopolitik berpotensi
meningkat atau gangguan logistik berlanjut, premi risiko geopolitik berpotensi
tetap menjaga harga minyak pada level tinggi. Brent Desember terakhir naik 0,2%
ke US$98,21 per barel, sementara WTI November bergerak stabil di US$90,42 per barel.
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
