🏠 Beranda › Berita › Minyak Kembali Naik! Hormuz Masih Jadi A…
Oil
Minyak Kembali Naik! Hormuz Masih Jadi Ancaman Pasokan Global
Harga minyak kembali melonjak pada perdagangan Rabu setelah di awal mengalami penurunan tajam. Brent naik sekitar 1% ke US$103,64 per barel, sementara WTI menguat 0,9% ke US$90,21 per barel pada perdagangan Rabu (30/9). Peringkat kembali mencermati risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz di tengah mulai pulihnya ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah.
Tekanan kepada harga sejak lama muncul setelah Arab Saudi kembali mengaktifkan aliran minyak melalui East-West Pipeline, jalur alternatif yang memungkinkan pengiriman tanpa melewati Selat Hormuz. Saudi Aramco juga telah memberi tahu pelanggan mengenai jadwal pengiriman Oktober, sementara data pelayaran memaparkan hampir 10 juta barel minyak dimuat dari Yanbu dan Al Muajjiz.
Arab Saudi kini telah memulihkan aliran melalui East-West Pipeline hingga setidaknya 3,5 juta barel per hari, atau sekitar separuh kapasitasnya. Pemulihan tersebut membantu mengurangi risiko gangguan pasokan dalam jangka pendek, meskipun aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz masih merupakan perhatian utama bursa energi global.
Di sisi geopolitik
Di sisi geopolitik, upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran belum menghasilkan terobosan untuk membuka kembali jalur strategis tersebut. Qatar masih berperan sebagai mediator, sementara Washington dan Teheran masih memiliki perbedaan terkait sejumlah persyaratan. Kondisi ini membuat peringkat tetap memperhitungkan kemungkinan gangguan pasokan yang berlangsung lebih lama.
Tekanan juga datang dari market bahan bakar AS. Presiden Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan sejumlah langkah untuk menekan kenaikan harga domestik, termasuk kemungkinan pembatasan ekspor diesel. Harga diesel AS telah melonjak lebih dari 70% dibandingkan sebelum konflik, meningkatkan kekhawatiran kepada dampaknya terhadap inflasi.
Analisa Newsmaker: Bursa minyak kini berada di antara dua kekuatan utama, yaitu pemulihan pasokan Timur Tengah dan risiko geopolitik di Selat Hormuz. Jika jalur alternatif Arab Saudi terus beroperasi dan ekspor kawasan meningkat, tekanan harga dapat mereda. Namun, selama Hormuz belum kembali normal dan negosiasi AS–Iran belum menghasilkan kesepakatan, risiko volatilitas harga minyak masih tetap tinggi. (asd)
📈 Mulai Trading Sekarang
Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.
