🏠 Beranda › Berita › emas Rebound 1%! Minyak Anjlok, Tapi The…
Gold
Emas Rebound 1%! Minyak Anjlok, Tapi The Fed Masih Mengintai
- ounce setelah sempat menyentuh area US$4.110
- oleh penurunan tajam harga minyak
- Fed John Williams mengungkapkan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga,
- tersebut memaparkan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum
- untuk melihat apakah tekanan inflasi dan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat
Harga emas (XAU/USD) berhasil
rebound lebih dari 1,3% pada perdagangan Selasa (29/9) setelah sejak awal
mengalami tekanan tajam. XAU/USD kembali bergerak di sekitar US$4.170 per troy
ounce setelah sempat menyentuh area US$4.110
ounce setelah sempat menyentuh area US$4.110. Penguatan terjadi meski dolar AS
dan yield Treasury masih berada di level tinggi.
Pemulihan emas terutama didorong
oleh penurunan tajam harga minyak
oleh penurunan tajam harga minyak. WTI turun lebih dari 4% ke sekitar US$89 per
barel, sehingga meredakan sebagian kekhawatiran kepada tekanan inflasi.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi emas untuk pulih meskipun yield Treasury
10 tahun masih berada di sekitar 5,25%.
Dari sisi The Fed, pernyataan
pejabat bank sentral masih menyiratkan perbedaan pandangan. Presiden New York
Fed John Williams mengungkapkan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga,
Fed John Williams mengungkapkan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga,
sementara Alberto Musalem, Austan Goolsbee, dan Michael Barr masih menyoroti
risiko inflasi serta kemungkinan perlunya penyesuaian kebijakan lebih lanjut.
Data ekonomi AS juga memberikan
sinyal campuran. Consumer Confidence September mengalami penurunan, menjelaskan
meningkatnya kekhawatiran masyarakat kepada biaya hidup dan harga energi.
Sementara itu, JOLTS Job Openings turun dari 7,335 juta merupakan 7,079 juta, meskipun
tingkat pemutusan hubungan kerja tetap rendah.
Kondisi pasar tenaga kerja
tersebut memaparkan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum
tersebut memaparkan bahwa permintaan tenaga kerja mulai melambat, tetapi belum
menyiratkan pelemahan yang signifikan. Karena itu, market masih memperhitungkan
peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 68% pada Oktober dan 95% pada
Rebound emas kali ini memaparkan
bahwa penurunan harga energi dapat merupakan katalis penting ketika tekanan yield
dan dolar masih tinggi. Fokus bursa selanjutnya akan tertuju pada PCE dan NFP
untuk melihat apakah tekanan inflasi dan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat
untuk melihat apakah tekanan inflasi dan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat
untuk mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
