🏠 Beranda › Berita › Yield Treasury Melonjak, emas Kehilangan…

Gold

Yield Treasury Melonjak, Emas Kehilangan Daya Tarik

📅 2026-09-29   🕐 07:13   ⏱️ 1 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas masih berada di bawah

tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada perdagangan di awal. Logam

mulia diperdagangkan di sekitar US$4.125 per ounce setelah terkoreksi hampir 4%

pada Senin (29/09), mencapai level terendah dalam tujuh pekan

pada Senin (29/09), mencapai level terendah dalam tujuh pekan. Tekanan kepada

emas terjadi akibat kebuntuan hubungan Amerika Serikat dan Iran terkait

pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjaga harga energi tetap tinggi.

Ketidakpastian konflik tersebut

kembali meningkatkan kekhawatiran kepada tekanan inflasi mancanegara. Setelah

Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur

perdagangan energi strategis dalam tujuh hari, market memperkirakan gangguan

perdagangan energi strategis dalam tujuh hari, market memperkirakan gangguan

pasokan energi dapat berlangsung lebih lama. Kondisi ini meningkatkan peluang

bahwa Federal Reserve (The Fed) masih perlu mempertahankan kebijakan suku bunga

tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Tekanan terhadap emas juga

berasal dari peringkat obligasi Amerika Serikat. Aksi jual Treasury semakin dalam

setelah penolakan proposal Iran oleh Trump, mendorong imbal hasil obligasi naik

setelah penolakan proposal Iran oleh Trump, mendorong imbal hasil obligasi naik

di berbagai tenor. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bahkan mencatat level

tertinggi dalam 19 tahun, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai instrumen yang

tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Sejak konflik AS-Iran meningkat

pada akhir Februari, harga emas telah mengalami tekanan yang lebih besar dalam

beberapa waktu terakhir

beberapa waktu terakhir. Sepanjang September, emas mencapai turun sekitar 7%

setelah The Fed melakukan kenaikan suku bunga pertama sejak 2023 dan memberikan

sinyal kemungkinan adanya pengetatan tambahan. Peringkat kini memperkirakan peluang

kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober berada di kisaran 70%

kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober berada di kisaran 70%.

Investor selanjutnya akan

mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, terutama Personal

Consumption Expenditures (PCE) pada Rabu dan laporan Non-Farm Payrolls (NFP)

Consumption Expenditures (PCE) pada Rabu dan laporan Non-Farm Payrolls (NFP)

pada Jumat. Data tersebut akan merupakan petunjuk utama mengenai arah kebijakan

moneter The Fed berikutnya. Jika tekanan inflasi dan bursa tenaga kerja tetap

kuat, peluang kenaikan suku bunga tambahan dapat kembali memberikan tekanan

kuat, peluang kenaikan suku bunga tambahan dapat kembali memberikan tekanan

terhadap harga emas.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF