
🏠 Beranda › Berita › Yield Turun Bantu emas Pulih, Namun Risi…
Yield Turun Bantu Emas Pulih, Namun Risiko Fed Belum Hilang
Harga emas bergerak naik terbatas pada perdagangan Jumat (25/9) setelah tekanan sepanjang pekan akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Harga emas (XAU/USD) berada di sekitar US$4.288 per troy ounce, dengan posisi masih merosot secara mingguan. Kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi merupakan faktor utama yang membatasi gerakan emas karena market kembali memperhitungkan kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.
Tekanan kepada emas muncul setelah kenaikan harga minyak dalam beberapa hari terakhir mendorong imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga The Fed memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau melakukan pengetatan tambahan. Komoditi emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kurang menarik ketika yield obligasi meningkat.
Namun, koreksi emas mulai mendapat dukungan setelah harga minyak terkoreksi dan imbal hasil Treasury kembali turun dari level tertingginya. Peringkat juga mencermati perkembangan diplomasi AS-Iran terkait kemungkinan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mengurangi tekanan kepada pasokan energi mancanegara.
Dari sisi ekonomi AS
Dari sisi ekonomi AS, psikologi pasar konsumen mengalami pelemahan pada September akibat meningkatnya kekhawatiran kepada kenaikan harga. Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir, menjelaskan bahwa tekanan biaya hidup masih merupakan perhatian masyarakat meskipun ekonomi AS tetap menunjukkan ketahanan.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, emas masih memiliki faktor pendukung dalam jangka panjang sebagai komoditi lindung nilai kepada ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Investor tetap melihat emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio, terutama jika risiko inflasi, konflik dunia, atau perubahan kebijakan moneter kembali meningkat.
Analisa Newsmaker : Ayunan emas sekarang berada dalam fase menunggu arah baru. Dalam jangka pendek, fokus peringkat masih tertuju pada keputusan The Fed, pergerakan yield Treasury, dan perkembangan harga minyak. Jika tekanan inflasi kembali meningkat, emas dapat kembali menghadapi tekanan karena peluang kenaikan bunga semakin besar. Namun, jika diplomasi Timur Tengah berhasil menurunkan risiko energi dan dolar turun, emas berpotensi mendapatkan ruang untuk kembali melonjak.
