Emas Bertahan di Tengah Badai Suku Bunga Tinggi

🏠 Beranda › Berita › emas Bertahan di Tengah Badai Suku Bunga…

Emas Bertahan di Tengah Badai Suku Bunga Tinggi

📅 2026-09-28   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas kembali mencatat pelemahan mingguan karena peringkat masih menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat. Harga emas bergerak di sekitar US$4.290 per troy ounce, turun lebih dari 2% secara mingguan. Meski berada dalam tekanan, koreksi emas dinilai masih cukup kuat karena mampu bertahan di tengah lonjakan yield Treasury 10 tahun yang mencapai level tertinggi dalam dua dekade.

Tekanan utama kepada emas berasal dari meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut. Kenaikan suku bunga membuat instrumen tanpa imbal hasil seperti emas merupakan kurang menarik dibandingkan instrumen berbasis bunga. Selain itu, kenaikan yield riil AS dan penguatan dolar menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan emas dalam jangka pendek.

Namun, sejumlah analis menilai penurunan emas masih relatif terbatas karena didukung oleh faktor fundamental jangka panjang. Pembelian emas oleh bank sentral mancanegara, ketidakpastian geopolitik, serta kekhawatiran kepada kondisi fiskal Amerika Serikat merupakan penyangga bagi permintaan emas. Minat investor terhadap produk ETF emas juga masih bertahan meskipun tekanan dari peringkat obligasi meningkat.

Dari sisi bursa keuangan

Dari sisi bursa keuangan, emas juga mendapat dukungan sebagai komoditi lindung nilai di tengah kekhawatiran kepada risiko pasar obligasi. Meskipun indeks saham AS masih berada dekat level tinggi, investor mulai memperhatikan risiko dari kenaikan yield yang dapat meningkatkan tekanan terhadap valuasi aset berisiko. Kondisi ini membuat sebagian investor tetap mempertahankan emas sebagai diversifikasi portofolio.

Fokus bursa pekan depan akan tertuju pada sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, terutama inflasi PCE dan laporan tenaga kerja Nonfarm Payrolls. Data yang lebih lemah dari perkiraan dapat menekan yield dan dolar sehingga berpotensi memberikan dorongan bagi emas. Sebaliknya, data ekonomi yang kuat dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan kembali menekan logam mulia.

Ulasan Newsmaker : Gerakan emas di tengah berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan suku bunga tinggi dan dukungan faktor struktural. Dalam jangka pendek, arah emas masih sangat bergantung pada pergerakan yield Treasury serta komunikasi The Fed. Namun dalam jangka panjang, risiko fiskal AS, pembelian bank sentral, dan ketidakpastian geopolitik tetap merupakan faktor yang menjaga daya tarik emas.

Disclaimer: artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF