🏠 Beranda › Berita › Gold Tertekan, Dolar AS Kembali Perkasa

Gold Tertekan, Dolar AS Kembali Perkasa

📅 2026-09-25   🕐   ⏱️ 2 menit baca   📰 Sumber: Newsmaker.id💬 WA📘 FB🐦 X

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak mengalami penurunan pada perdagangan Rabu setelah dolar AS melanjutkan penguatan akibat meningkatnya ekspektasi peringkat kepada kenaikan suku bunga tambahan Federal Reserve (The Fed). Emas bergerak mendekati level US$4.300 per troy ounce setelah di awal sempat mencoba melakukan pemulihan dari tekanan di bawah level tersebut.

Tekanan kepada emas berasal dari meningkatnya permintaan terhadap dolar AS setelah The Fed mempertahankan pandangan hawkish terkait kebijakan moneter. Bank sentral AS di awal menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan memberikan sinyal masih adanya peluang satu kali kenaikan tambahan hingga akhir tahun.

Pandangan tersebut diperkuat oleh sejumlah pejabat The Fed. Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai kebijakan pengetatan masih diperlukan karena risiko inflasi tetap tinggi. Sementara itu, Presiden The Fed Boston Susan Collins dan Presiden The Fed Richmond Tom Barkin juga membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

Ekspektasi bursa kepada kenaikan bunga semakin kuat setelah CME FedWatch Tool menjelaskan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 90%. Kondisi ini memberikan dukungan terhadap dolar AS dan membuat komoditas tanpa imbal hasil seperti emas merupakan kurang menarik bagi investor.

Namun, faktor geopolitik Timur Tengah masih merupakan perhatian bursa. Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Sidang Umum PBB menyatakan masih mempertimbangkan langkah besar terkait konflik Iran, antara mencapai kesepakatan atau mengambil tindakan lebih keras apabila konflik tidak terselesaikan. Di sisi lain, pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan AS Steve Witkoff juga menjadi perhatian terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Newsmaker melihat, emas kini berada dalam tekanan kuat dari kombinasi dolar AS yang naik dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Meski risiko geopolitik masih memberikan dukungan sebagai instrumen safe haven, bursa saat ini lebih fokus kepada arah kebijakan The Fed. Jika peluang kenaikan bunga semakin besar, emas berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Namun, perkembangan positif dalam negosiasi Iran–AS dapat mengurangi risiko geopolitik dan mengubah arah kondisi pasar pasar.

Disclaimer: Artikel ini dikutip dari sumber berita untuk tujuan informasi. Segala keputusan investasi harus berdasarkan pertimbangan matang dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang kompeten.

📰 Sumber asli: Newsmaker.id

📈 Mulai Trading Sekarang

Bergabung dengan PT Bestprofit Futures — broker resmi Bappebti untuk perdagangan berjangka komoditi.

📰 Artikel bersumber dari sumber berita terpercaya • Diterbitkan oleh PT Bestprofit Futures

By IT EF